Radarbangkalan.id - Startup perikanan eFishery tengah menjadi sorotan setelah tersangkut dugaan penggelapan dana yang mencapai 600 juta dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 9,7 triliun.
Baca Juga: 5 Pramugari Korban Kebakaran Glodok Plaza, Keluarga Lemas Hadapi Jenazah yang Tak Dikenali
eFishery, yang didirikan oleh Gibran Huzaifah, merupakan salah satu unicorn terbaru di Indonesia dengan valuasi lebih dari 1 miliar dollar AS.
Akibat kasus ini, Gibran Huzaifah telah dicopot dari posisinya sebagai CEO eFishery.
Latar Belakang dan Perjalanan eFishery
Gibran Huzaifah, seorang alumni ITB, memulai ide pembuatan aplikasi layanan pakan ternak eFishery setelah mengalami kesulitan dalam mencari makan karena biaya.
Sebagai mahasiswa, ia berjualan donat, menjadi tutor privat, dan bekerja di minimarket untuk memenuhi kebutuhannya.
Gibran kemudian menyewa kolam ikan di Bojongsoang dengan harga murah dan memulai usaha budidaya ikan lele.
Namun, ia menemui kesulitan dalam pemasaran hasil panen yang melimpah. Dari pengalaman itu, ia membangun Dorri Foods Indonesia dan mengembangkan teknologi pakan ternak ikan yang dikenal dengan nama eFeeder.
Baca Juga: 5 Pramugari Korban Kebakaran Glodok Plaza, Keluarga Lemas Hadapi Jenazah yang Tak Dikenali
“Karena hilir yang makin lama semakin berkembang, akhirnya bagian hulu—atau bagian budi dayanya saya kembangkan,” ungkapnya.
Teknologi Inovatif eFishery
Prototipe pertama teknologi pemberi pakan ikan dimulai dari garasi temannya dengan menggunakan sistem kendali SMS.
Setelah beberapa kali trial-and-error, eFishery mengembangkan alat yang kini dapat dikendalikan lewat ponsel pintar dan dilengkapi sensor untuk mendeteksi nafsu makan ikan.
Teknologi ini menjadi salah satu inovasi utama yang mengangkat eFishery menjadi salah satu perusahaan teknologi perikanan terbesar di Indonesia.
Dugaan Penggelapan Dana dan Penyelidikan
Meskipun pada September 2024, eFishery melaporkan laba sebesar 16 juta dollar AS, ditemukan adanya kerugian yang lebih besar, yakni 35,4 juta dollar AS atau sekitar Rp 575 miliar.
Baca Juga: Daftar Harga Samsung Galaxy S25 Series di Indonesia: S25, S25 Plus, dan S25 Ultra
Selain itu, eFishery mengklaim memiliki lebih dari 400.000 tempat pakan ikan, namun penyelidikan awal menunjukkan hanya ada sekitar 24.000 tempat pakan yang beroperasi.
Temuan rekayasa ini terbongkar melalui laporan whistleblower, yang akhirnya memicu investigasi internal mengenai penggelapan dana di eFishery.
Pada Desember 2024, Gibran Huzaifah dan CPO Chrisna Aditya diberhentikan sementara dari jabatan mereka selama proses penyelidikan berlangsung.