Radarbangkalan.id - Dugaan penggelapan dana yang melibatkan manajemen eFishery diperkirakan mencapai US$600 juta atau sekitar Rp9,7 triliun,
menurut penyelidikan awal yang masih berlangsung terhadap perusahaan rintisan sektor perikanan ini.
Baca Juga: Daftar Harga Samsung Galaxy S25 Series di Indonesia: S25, S25 Plus, dan S25 Ultra
Berdasarkan draf laporan hasil penyelidikan yang diperoleh Bloomberg News, manajemen eFishery diduga menggelembungkan pendapatan hampir US$600 juta dari Januari hingga September 2024.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa lebih dari 75 persen angka yang dilaporkan oleh manajemen adalah palsu.
Laporan Keuangan yang Ternyata Palsu
Menurut manajemen eFishery, perusahaan melaporkan laba sebesar US$16 juta dan pendapatan sebesar US$752 juta selama periode Januari-September 2024.
Namun, hasil penyelidikan internal justru menunjukkan bahwa eFishery mengalami kerugian sebesar US$35,4 juta selama periode tersebut. Pendapatan yang sebenarnya diperkirakan hanya mencapai US$157 juta.
Baca Juga: Daftar Harga Samsung Galaxy S25 Series di Indonesia: S25, S25 Plus, dan S25 Ultra
Selain itu, manajemen juga diduga menggelembungkan angka pendapatan dan laba untuk beberapa tahun sebelumnya.
Penyidikan ini mendapat dukungan dari investor besar eFishery, termasuk SoftBank Group Corp dan Temasek Holdings Pte.
Perusahaan yang Terkenal dengan Inovasinya
eFishery dikenal sebagai penyedia tempat pakan modern bagi petani ikan dan udang di Indonesia serta menerima hasil panen dari petani untuk dijual ke pasar. Pada Desember 2024,
dewan direksi eFishery membebastugaskan sementara CEO dan pendiri Gibran Huzaifah serta CPO Chrisna Aditya selama penyelidikan penggelapan dana berlangsung.
Valuasi yang Tinggi dan Respons eFishery
eFishery sebelumnya memiliki valuasi sebesar US$1,4 miliar (sekitar Rp22 triliun) setelah menerima pendanaan dari G42, perusahaan milik anggota kerajaan Uni Emirat Arab, Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan.
Baca Juga: Daftar Harga Samsung Galaxy S25 Series di Indonesia: S25, S25 Plus, dan S25 Ultra
Gibran Huzaifah tidak memberikan komentar terkait dugaan ini, sementara Temasek, SoftBank, dan perwakilan dari FTI Consulting serta G42 juga belum memberikan tanggapan.
Dalam pernyataannya, eFishery berkomitmen untuk menjaga standar tata kelola perusahaan yang tinggi dan menanggapi masalah ini dengan sangat serius, menyadari dampak besar spekulasi pasar yang terjadi.
Baca Juga: 5 Pramugari Korban Kebakaran Glodok Plaza, Keluarga Lemas Hadapi Jenazah yang Tak Dikenali
“Kami sepenuhnya menyadari beratnya spekulasi pasar dan kami menanggapi masalah ini dengan sangat serius,” kata eFishery.
Editor : Ubaidillah