Radarbangkalan.id - Kisruh yang melibatkan eFishery berpotensi memberi dampak signifikan terhadap sektor perbankan, terutama bagi bank-bank yang menjadi krediturnya.
Startup perikanan yang sebelumnya cukup menjanjikan ini dikenal rajin mendapatkan pembiayaan dari berbagai bank.
Baca Juga: Daftar Harga Samsung Galaxy S25 Series di Indonesia: S25, S25 Plus, dan S25 Ultra
Berdasarkan riset KONTAN, terdapat tiga bank yang masih memiliki piutang terhadap eFishery, yaitu PT Bank DBS Indonesia, PT Bank OCBC NISP Tbk, dan PT Bank HSBC Indonesia.
Di antara ketiga bank tersebut, DBS merupakan kreditur terbesar yang memberikan pinjaman sebesar US$32 juta pada 7 Oktober 2022.
Pinjaman Pertama dari DBS
Pinjaman ini memiliki nilai khusus bagi eFishery karena merupakan pinjaman pertama yang mereka terima sejak berdiri pada 2013.
Dana ini direncanakan untuk digunakan sebagai modal kerja guna meningkatkan layanan perusahaan di Indonesia.
Saat dihubungi, Mona Monica, Head of GSMC PT Bank DBS Indonesia, memilih tidak memberikan banyak komentar, mengingat proses investigasi yang sedang berlangsung.
“Kami juga menegaskan tidak ada konversi dalam bentuk apa pun yang terjadi,” ujar Mona pada Kamis (23/1).
Baca Juga: Viral! Ibu-Ibu Telepon Damkar Minta Tolong Tangkap Setan, Petugas Langsung Datang
Pinjaman Besar dari HSBC
HSBC menjadi kreditur kedua terbesar dengan pinjaman sekitar US$30 juta. Pinjaman ini diberikan pada 31 Mei 2024, beberapa bulan sebelum terungkapnya dugaan fraud di eFishery.
Pinjaman tersebut merupakan bagian dari green and social loan untuk mendukung kebutuhan modal kerja eFishery.
HSBC juga diberikan mandat sebagai sustainable finance coordinator untuk membantu eFishery dalam mengintegrasikan aspek-aspek ESG (Environmental, Social, and Governance) dalam operasi bisnis mereka.
Saat dihubungi, pihak HSBC memilih untuk tidak memberikan komentar lebih lanjut.
Pinjaman dari OCBC
OCBC menyalurkan pinjaman sebesar US$16,5 juta pada Februari 2023 untuk mendukung modal kerja eFishery.
Baca Juga: Viral! Ibu-Ibu Telepon Damkar Minta Tolong Tangkap Setan, Petugas Langsung Datang
Pinjaman ini digunakan untuk mendukung pertumbuhan penjualan domestik dan ekspor. Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari dukungan sebelumnya,
di mana OCBC memberikan pembiayaan kepada pembudidaya eFishery melalui program KTA Cashbiz.
Pihak OCBC pun enggan memberikan komentar lebih lanjut, meskipun membenarkan bahwa mereka telah memberikan kredit kepada eFishery.
Potensi Kredit Macet
Pinjaman-pinjaman yang diberikan kepada eFishery kini berpotensi menjadi kredit macet bagi bank-bank tersebut.
Kabarnya, salah satu investor eFishery, yaitu Northstar Group, akan melakukan pailit. Namun, kabar tersebut dibantah oleh sumber internal KONTAN di Northstar,
yang menyatakan bahwa kasus ini masih dalam tahap investigasi dan pihaknya hanya merupakan salah satu investor. Upaya KONTAN untuk menghubungi manajemen eFishery belum mendapatkan hasil.
Baca Juga: Tragis! Remaja 17 Tahun di Jaksel Dipaksa Layani 210 Pria Hidung Belang