Radarbangkalan.id - Sejak diimplementasikan pada 1 Januari 2025, aplikasi administrasi dan pembayaran pajak digital Coretax justru menghadapi banyak kendala.
Dampaknya, setoran pajak ke kas negara menjadi seret dan berpotensi menghambat penerimaan pajak secara signifikan.
Baca Juga: 13 Cara Efektif Menggunakan DeepSeek AI untuk Bisnis Online
Banyaknya masalah dalam sistem Coretax milik Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ini menjadi sorotan warganet.
Akun media sosial X @gg_02022020, Rabu (5/2/2025), mengungkap bahwa implementasi Coretax berisiko menyebabkan kehilangan pajak hingga 51%.
"To the point saja, karena tenggorokan sudah sakit karena sering teriak. Berdasarkan asumsi perhitungan, seharusnya 15 Februari, kas negara akan menerima Rp189,52 triliun.
Namun gegara Coretax, akhirnya hanya menerima 49 persen, yaitu sebesar Rp93,24 triliun. Artinya gagal dalam memungut Rp96,28 triliun," tulis akun tersebut.
Pemangkasan Anggaran Akibat Coretax
Masih menurut akun tersebut, akibat kegagalan dalam memaksimalkan pendapatan pajak karena kendala Coretax, Kemenkeu terpaksa memangkas anggaran di seluruh kementerian dan lembaga (K/L).
Baca Juga: 13 Cara Efektif Menggunakan DeepSeek AI untuk Bisnis Online
Sebelumnya, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhur Binsar Pandjaitan, mengklaim bahwa sistem Coretax atau Sistem Inti Administrasi Perpajakan (SIAP) mampu meningkatkan penerimaan negara secara signifikan.
Proyek yang menelan anggaran Rp1,3 triliun ini dikatakan memiliki manfaat ganda, salah satunya mempermudah wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya. Selain itu, Coretax merupakan sistem pajak yang direkomendasikan oleh Bank Dunia.
"Menurut Bank Dunia, kita bisa kita dapat tambahan penerimaan sebesar 6,4 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto), kira-kira Rp1.500 triliun," ungkap Luhut di Kantor DEN, Jakarta Pusat, Kamis (9/1/2025).
Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa implementasi Coretax justru menyulitkan wajib pajak dan menghambat optimalisasi penerimaan negara.
Baca Juga: 13 Cara Efektif Menggunakan DeepSeek AI untuk Bisnis Online
Akibatnya, harapan akan peningkatan pendapatan pajak melalui sistem ini tampaknya masih jauh dari kenyataan.
Editor : Ubaidillah