News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Viral! Beasiswa KIP Kuliah Dipangkas, Ini Penjelasan Kemendikti Saintek

Ubaidillah • Sabtu, 15 Februari 2025 | 13:52 WIB
Kemendikti Saintek disebut akan mengurangi biaya untuk beasiswa KIP Kuliah, Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), serta Beasiswa ADIK.
Kemendikti Saintek disebut akan mengurangi biaya untuk beasiswa KIP Kuliah, Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), serta Beasiswa ADIK.

Radarbangkalan.id - Beredar unggahan di media sosial yang menyebut bahwa beasiswa dari Kemendikti Saintek, termasuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, akan dikurangi akibat kebijakan efisiensi anggaran.

Akun media sosial X @sbmptnfess pada Kamis (13/2/2025) menulis bahwa efisiensi anggaran 2025 akan berdampak pada beasiswa Kemendikti Saintek, sehingga banyak mahasiswa berisiko putus kuliah.

Baca Juga: Link Nonton Solo Leveling S2 Episode 7, Jadwal Rilis, dan Bocoran Cerita

"Ini beneran? as anak yang cuma bisa ngarepin kipk buat kuliah (pengumuman cepat, gak ngeluarin modal dulu bcs gak ada yang biayai) gak tau lagi harus ngapain," tulis pengunggah.

Unggahan tersebut menyebutkan bahwa efisiensi anggaran Kemendikti Saintek akan berdampak pada beasiswa KIP Kuliah, Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI),

serta Beasiswa ADIK. Hingga artikel ini ditulis, tagar #savekipkuliah masih menjadi trending topic di X.

Lalu, benarkah beasiswa Kemendikti Saintek seperti KIP Kuliah akan dipangkas akibat efisiensi anggaran?

Penjelasan Kemendikti Saintek

Pemerintah menetapkan bahwa kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah harus melakukan efisiensi anggaran sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025.

Namun, Sekjen Kemendikti Saintek, Togar M. Simatupang, menegaskan bahwa anggaran kementerian untuk pembiayaan beasiswa seperti KIP Kuliah tidak dipangkas akibat efisiensi.

Baca Juga: Tragis! 100 Wanita Diperbudak Jadi 'Peternak' Sel Telur

Pembiayaan Kemendikti Saintek untuk beasiswa merupakan bagian dari belanja kementerian untuk kegiatan program sosial, layanan publik, dan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).

"Tidak ada isu efisiensi pada belanja sosial sehingga tidak terjadi kemacetan (biaya beasiswa)," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (13/2/2025), dikutip dari Kompas.com.

Keputusan ini diambil setelah Kemendikti Saintek bertemu dengan Komisi X DPR RI pada Rabu (12/2/2025). Dalam pertemuan itu, Komisi X memberikan arahan agar efisiensi anggaran lebih difokuskan pada kegiatan yang kurang produktif.

"Syukurlah sudah terjadi konvergensi pemahaman bahwa belanja sosial dalam hal ini adalah beasiswa yang jenisnya beragam tidak mengalami atau dikecualikan dari program efisiensi," tegas Togar.

Efisiensi Anggaran Kemendikti Saintek

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro menjelaskan bahwa Kemendikti Saintek diminta melakukan efisiensi anggaran sebesar Rp14,3 triliun dari pagu awal Rp56,607 triliun.

Baca Juga: Tragis! 100 Wanita Diperbudak Jadi 'Peternak' Sel Telur

Dari pagu awal tersebut, terdapat Rp14,698 triliun yang dialokasikan untuk bantuan sosial, termasuk beasiswa KIP Kuliah. Namun, bantuan itu sempat diusulkan terkena efisiensi sebesar Rp1,319 triliun.

"Kami menyisir anggaran antara pagu awal, efisiensi yang diminta, serta usulan kami untuk mempertahankan kinerja kementerian," katanya, diberitakan Kompas.com, Rabu (12/2/2025).

Satryo menegaskan bahwa program prioritas Kemendikti Saintek, termasuk beasiswa KIP Kuliah, Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), serta beasiswa bagi dosen dan mahasiswa, seharusnya tidak terdampak efisiensi anggaran.

Untuk itu, pihaknya mengusulkan agar anggaran Kemendikti Saintek hanya dipotong sebesar Rp6,78 triliun agar tetap mempertahankan program prioritas.

"Kami usulkan kembali supaya tetap pada pagu semula, yaitu Rp14,698 triliun (biaya bantuan sosial), karena ini termasuk kategori yang tidak kena efisiensi,” lanjutnya.

Baca Juga: Tragis! 100 Wanita Diperbudak Jadi 'Peternak' Sel Telur

Sebagai bagian dari efisiensi anggaran, Kemendikti Saintek akan lebih fokus pada pemotongan anggaran di sektor perjalanan dinas, belanja barang, dan belanja modal yang tidak mendesak.

Editor : Ubaidillah
#efisiensi anggaran #menkeu #mahasiswa #sri mulyani #KIP kuliah