News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Serangan Siber: Bybit Alami Kerugian Rp23 Triliun Akibat Peretasan

Ubaidillah • Sabtu, 22 Februari 2025 | 14:24 WIB
© Reuters
© Reuters

Radarbangkalan.id - Bybit, salah satu pertukaran mata uang kripto terbesar di dunia, mengalami peretasan yang disebut sebagai salah satu pelanggaran keamanan terbesar dalam sejarah kripto.

CEO Bybit, Ben Zhou, mengonfirmasi bahwa seorang peretas berhasil mengambil kendali atas cold wallet ETH tertentu dan mentransfer seluruh isinya ke alamat yang tidak teridentifikasi.

Baca Juga: CPNS 2025 Segera Dibuka! Panduan Buat Akun SSCASN dan Syarat Dokumen

Pelanggaran ini pertama kali terdeteksi ketika data on-chain menunjukkan transfer besar sebanyak 401.346 ETH senilai sekitar $1,13 miliar dari wallet Bybit ke alamat yang tidak dikenal.

Peristiwa ini langsung memicu kekhawatiran di pasar, menyebabkan harga Ethereum turun lebih dari 4% akibat likuidasi dana yang dicuri.

Modus Peretasan Mirip dengan Kasus Sebelumnya

Zhou menjelaskan bahwa meskipun terjadi pembobolan, semua cold wallet lainnya tetap aman dan proses penarikan dana berjalan normal.

Menurutnya, peretasan ini dilakukan dengan menipu penandatangan wallet menggunakan antarmuka pengguna palsu yang menampilkan alamat yang tampak valid.

Dengan cara ini, para penandatangan tanpa sadar menyetujui perubahan pada logika smart contract,

yang akhirnya memberikan kendali penuh kepada peretas untuk mengakses dan mentransfer seluruh ETH yang tersimpan.

Metode yang digunakan dalam insiden ini memiliki kesamaan dengan teknik peretasan pada kasus WazirX dan Radiant Capital di tahun 2024.

Baca Juga: CPNS 2025 Segera Dibuka! Panduan Buat Akun SSCASN dan Syarat Dokumen

Pakar keamanan menyoroti bahwa pola serangan ini menunjukkan bagaimana para pelaku kejahatan siber terus mengembangkan metode mereka untuk mengeksploitasi celah keamanan di bursa kripto.

Dampak Besar bagi Pasar

Dampak langsung dari peretasan ini terlihat dengan terjualnya Lido Staked Ether (stETH) senilai hampir $200 juta hanya dalam waktu setengah jam pertama setelah kejadian. Hal ini semakin menekan harga Ethereum di pasar.

Saat ini, penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung untuk mengungkap bagaimana peretasan ini bisa terjadi dan langkah-langkah apa yang akan diambil untuk mengatasinya.

Baca Juga: CPNS 2025 Segera Dibuka! Panduan Buat Akun SSCASN dan Syarat Dokumen

Insiden ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya sistem keamanan yang kuat dalam industri pertukaran mata uang kripto.

Editor : Ubaidillah
#cryptocurrency #Bybit #Hack dan Scam