News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Prabowo Resmikan Danantara, Benarkah Bakal Kelola Aset Triliunan dengan Cara Baru?

Azril Arham • Rabu, 26 Februari 2025 | 21:59 WIB
Sejumlah karyawan berbincang di depan Gedung BPI Danantara, Jakarta, Jumat (7/2/2025). BPI Danantara dibentuk melalui pengesahan UU untuk mengelola dan mengoptimalkan aset serta investasi BUMN. (ANTAR
Sejumlah karyawan berbincang di depan Gedung BPI Danantara, Jakarta, Jumat (7/2/2025). BPI Danantara dibentuk melalui pengesahan UU untuk mengelola dan mengoptimalkan aset serta investasi BUMN. (ANTAR

RadarBangkalan.id - Presiden Prabowo Subianto resmi meresmikan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara.

Peresmian ini dilakukan pada Senin (24/2/2025) sebagai langkah strategis dalam mengelola investasi dan aset negara.

Dilansir dari detikFinance, dalam peresmian ini, Prabowo menandatangani tiga regulasi utama.

Pertama, Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2025, yang merupakan perubahan ketiga atas UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Pada hari ini, Senin 24 Februari 2025, saya, Presiden Republik Indonesia, menandatangani UU Nomor 1 Tahun 2025 tentang perubahan ketiga atas UU 19 Tahun 2003 tentang BUMN," ujar Prabowo dalam siaran langsung di YouTube Sekretariat Presiden.

Selain itu, Prabowo juga mengesahkan dua aturan penting lainnya:

- Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 10 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kelola BPI Danantara.

- Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 30 Tahun 2025, yang menetapkan jajaran Dewan Pengawas dan Badan Pelaksana BPI Danantara.

Dengan berdirinya Danantara, Indonesia kini memiliki holding besar yang mengelola seluruh BUMN dalam satu sistem terpusat.

Dividen dari perusahaan-perusahaan negara akan dikelola secara kolektif di bawah badan ini.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan aset negara, sekaligus memperkuat daya saing BUMN di tingkat global.

Konsep ini mirip dengan Temasek Holdings di Singapura, yang telah lama dikenal sebagai pengelola investasi strategis negara tersebut.

Peresmian Danantara juga menjadi bagian dari Asta Cita, visi ekonomi Prabowo yang bertujuan mendorong investasi berkelanjutan dan inklusif.

Badan ini diproyeksikan akan mengelola aset senilai US$ 900 miliar atau sekitar Rp 14.715 triliun (kurs Rp 16.350 per dolar AS).

Melalui Danantara, dana dari BUMN akan dialokasikan untuk proyek-proyek strategis yang berkelanjutan dan berdampak luas bagi masyarakat.

Prabowo berharap badan ini dapat mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8%, sebagaimana yang ia canangkan sejak masa kampanye.

Dengan hadirnya Danantara, Indonesia kini memiliki fondasi baru dalam mengelola investasi negara dengan lebih profesional dan terarah. Bagaimana perkembangan selanjutnya? Kita tunggu realisasi dari visi besar ini! *** 

Editor : Azril Arham
#aset #investasi #bumn #Danantara #danantara diresmikan #ekonomi