News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Dirut Pertamina Oplos Pertalite Jadi Pertamax, Apa Dampaknya bagi Mesin?

Ubaidillah • Rabu, 26 Februari 2025 | 14:05 WIB
Ilustrasi pengisian bahan bakar ke dalam tangki kendaraan bermotor. (Foto: NIJ Online/Suwitno)
Ilustrasi pengisian bahan bakar ke dalam tangki kendaraan bermotor. (Foto: NIJ Online/Suwitno)

Radarbangkalan.id - Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan (RS), ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tahun 2018-2023.

Dalam keterangan resmi Kejagung, PT Pertamina Patra Niaga diduga membeli Pertalite untuk kemudian di-blending atau dioplos menjadi Pertamax. Namun, pada saat pembelian, Pertalite tersebut dibeli dengan harga Pertamax.

Terkait hal ini, muncul pertanyaan mengenai dampak yang ditimbulkan terhadap mesin kendaraan setelah menggunakan bensin oplosan.

Baca Juga: Kapan 1 Ramadan 2025? Ini Jadwal dari Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah

Mengutip laman resmi Suzuki, mencampur bahan bakar minyak (BBM) bukanlah hal yang direkomendasikan, karena setiap jenis bensin memiliki karakteristik yang berbeda.

"Kedua jenis BBM yang banyak dipakai, yaitu Pertalite dan Pertamax, memiliki karakter sulfur yang berbeda.

Selain itu, muatan dari kedua BBM tersebut juga berbeda, termasuk tingkat oktan yang dimilikinya," tulis keterangan tersebut yang dikutip NU Online, Selasa (25/2/2025).

Berikut beberapa dampak negatif yang bisa terjadi jika BBM dengan jenis berbeda dioplos:

1. Menurunkan Kualitas Bahan Bakar

Setiap jenis bensin memiliki karakteristik yang berbeda, termasuk nilai oktan. Setiap nilai oktan belum tentu sesuai dengan kompresi mesin kendaraan.

Oleh karena itu, penting untuk menggunakan BBM yang direkomendasikan oleh pabrik kendaraan.

Jika dua jenis BBM dicampur, terutama dengan nilai oktan yang tidak sesuai dengan kompresi mesin, kualitas bahan bakar dapat menurun. Hal ini menyebabkan pembakaran menjadi tidak maksimal.

2. Tarikan Mesin Menjadi Berat

Dampak lain dari mencampur BBM adalah tarikan mesin menjadi lebih berat. Hal ini bisa terjadi pada kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga perlu perhatian khusus dalam memilih bahan bakar.

Baca Juga: Mie Gacoan Mengandung Minyak Babi? Pentingnya Cek Fakta Sebelum Percaya

3. Mesin Ngelitik atau Knocking

Mencampur BBM juga dapat menyebabkan mesin mengalami knocking atau ngelitik. Hal ini disebabkan oleh pembakaran yang tidak sempurna akibat ketidaksesuaian nilai oktan bahan bakar dengan kebutuhan mesin.

4. Menurunkan Performa Mesin

Bensin oplosan dapat menurunkan performa kendaraan, baik motor maupun mobil. Pola pengisian BBM dengan mencampur jenis yang berbeda berpotensi menimbulkan residu yang dapat menghasilkan kerak pada mesin.

Baca Juga: Mie Gacoan Mengandung Minyak Babi? Pentingnya Cek Fakta Sebelum Percaya

5. Meningkatkan Emisi Kendaraan

Mencampur Pertamax dan Pertalite juga berdampak pada peningkatan emisi gas buang kendaraan.

Emisi yang tinggi dapat berdampak buruk pada kualitas udara dan lingkungan. Selain itu, ketidakefisienan pembakaran akibat pencampuran BBM dengan nilai oktan berbeda membuat mesin bekerja lebih keras, sehingga meningkatkan jumlah emisi yang dihasilkan.

Demi menjaga performa kendaraan dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, penggunaan bahan bakar yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan sangat dianjurkan.

PEDULI PEMBANGUNAN: Apresiasi pemerintah terhadap kepatuhan PT BSI dalam menunaikan kewajiban membayar pajak air permukaan.
PEDULI PEMBANGUNAN: Apresiasi pemerintah terhadap kepatuhan PT BSI dalam menunaikan kewajiban membayar pajak air permukaan.
Editor : Ubaidillah
#RON 92 #Pertamina Oplos Pertalite #Pertamina Oplos Pertamax #pertamax #pt pertamina #korupsi