Radarbangkalan.id - Puasa bukan hanya ibadah yang dijalankan oleh umat Muslim, tetapi juga memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan mental.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa praktik puasa dapat memberikan dampak positif pada kesejahteraan psikologis seseorang.
Baca Juga: Daftar Libur Selama Ramadhan 2025: Tanggal Merah dan Cuti Bersama
Berikut beberapa manfaat puasa bagi kesehatan mental:
1. Mengurangi Stres dan Kecemasan
Puasa dapat membantu menurunkan tingkat stres dan kecemasan.
“Mengutip BBC News, menurut Dr. Michael Mosley, puasa intermiten saja dapat menurunkan hormon stres kortisol, yang berkontribusi pada penurunan tingkat kecemasan.”
Selain itu, sebuah penelitian dalam jurnal Translational Psychiatry menemukan bahwa puasa dapat meningkatkan resistensi terhadap stres dengan memodulasi sirkuit otak yang terkait dengan suasana hati.
2. Meningkatkan Kualitas Tidur
Tidur yang berkualitas sangat penting untuk kesehatan mental.
“Dr. Rona Antoni, seorang peneliti di University of Surrey, dalam wawancaranya dengan The Guardian, menyatakan bahwa puasa dapat membantu mengatur ritme sirkadian tubuh, yang pada gilirannya meningkatkan kualitas tidur.”
Penelitian dalam jurnal Cell Metabolism juga menunjukkan bahwa pembatasan waktu makan, seperti yang terjadi saat puasa, dapat memperbaiki pola tidur dan meningkatkan kewaspadaan di siang hari.
3. Meningkatkan Fungsi Kognitif
Puasa memiliki potensi untuk meningkatkan fungsi otak, termasuk daya ingat dan konsentrasi.
Baca Juga: Daftar Libur Selama Ramadhan 2025: Tanggal Merah dan Cuti Bersama
“Dalam The New England Journal of Medicine, Dr. Mark Mattson, seorang ahli saraf di National Institute on Aging di Amerika Serikat,
menjelaskan bahwa puasa intermiten dapat meningkatkan produksi protein di otak yang disebut brain-derived neurotrophic factor (BDNF).”
BDNF berperan penting dalam pembelajaran, memori, serta kesehatan mental secara keseluruhan.
4. Meningkatkan Mood dan Kesejahteraan Emosional
Puasa dapat berkontribusi pada peningkatan suasana hati dan kesejahteraan emosional.
“Dr. Uma Naidoo, seorang psikiater nutrisi di Harvard Medical School, mengatakan puasa dapat mempengaruhi produksi neurotransmitter seperti serotonin, yang dikenal sebagai 'hormon kebahagiaan'.”
Peningkatan produksi serotonin dapat membantu mengurangi gejala depresi dan meningkatkan mood secara keseluruhan.
Baca Juga: Daftar Libur Selama Ramadhan 2025: Tanggal Merah dan Cuti Bersama
5. Meningkatkan Kesadaran Diri dan Pengendalian Emosi
Puasa juga dapat membantu meningkatkan kesadaran diri serta kemampuan mengendalikan emosi.
“Menurut Dr. Richard J. Davidson, seorang profesor psikologi dan psikiatri di University of Wisconsin-Madison,
dalam wawancaranya dengan Psychology Today, praktik puasa dapat meningkatkan aktivitas di area otak yang terkait dengan perhatian dan pengendalian diri.”
Hal ini dapat membantu seseorang menjadi lebih sadar akan emosinya dan mampu mengelolanya dengan lebih baik.
Dengan memahami berbagai manfaat puasa bagi kesehatan mental, kita dapat melihat bahwa praktik ini tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesejahteraan psikologis.
Baca Juga: Daftar Libur Selama Ramadhan 2025: Tanggal Merah dan Cuti Bersama