Radarbangkalan.id - Banjir merendam Perumahan Pondok Gede Permai pada Selasa (4/3/2025) pagi akibat luapan air Kali Bekasi sejak pukul 03.00 WIB.
Debit air Kali Bekasi meningkat karena tak mampu menampung aliran dari Kali Cikeas dan Cilengsih.
Baca Juga: Sempat Ungkap Masalah Pertamina, Ini Kekayaan Ahok Saat Jadi Komut
Berdasarkan pantauan reporter Kompas TV, Alexander Blegur, pukul 06.39 WIB, ketinggian air di area pintu gerbang perumahan sudah mencapai satu meter, menyebabkan arus lalu lintas menuju perumahan tidak bisa dilalui.
Sejumlah mobil warga yang dipindahkan ke area lebih tinggi tetap terendam banjir. Petugas Satpol PP dan Dishub menutup pintu gerbang perumahan karena ketinggian air sudah lebih dari empat meter, bahkan mencapai genteng rumah atau lantai dua warga.
Banyak warga masih terjebak di lantai dua rumah mereka. Dibandingkan banjir tahun 2020, kondisi kali ini lebih parah karena debit air di hulu Kali Cikeas mencapai 500 hingga 550 cm.
Sejak pukul 04.00 WIB, beberapa warga mengungsi, tetapi banyak yang terjebak akibat luapan air yang begitu cepat. Mereka meminta bantuan BPBD dan BNPB untuk evakuasi.
Banjir Pejaten Timur
Banjir juga melanda permukiman warga di Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Selasa pagi. Luapan air Kali Ciliwung menyebabkan ratusan rumah terendam hingga setinggi 4 meter.
Baca Juga: Sempat Ungkap Masalah Pertamina, Ini Kekayaan Ahok Saat Jadi Komut
Warga berusaha menyelamatkan diri dan membawa barang berharga ke tempat aman. Setidaknya 7 RT di Kelurahan Pejaten Timur terdampak banjir ini.
"Ya karena curah hujan tinggi dan juga karena debit air di Katulampa tinggi dampaknya sampai ke sini," kata seorang warga bernama Rokib.
Warga berharap adanya penanganan serius terhadap banjir di Jakarta agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Baca Juga: Bu Guru Salsa Menikah, Sempat Dicari Polisi Terkait Video Vulgar
Editor : Ubaidillah