News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Ini Penyebab Banjir Parah di Bekasi yang Bikin Warga Terjebak

Ubaidillah • Rabu, 5 Maret 2025 | 18:45 WIB
Foto udara luapan air sungai yang merendam perumahan Kemang IFI, Jatirasa, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/3/2025). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/agr
Foto udara luapan air sungai yang merendam perumahan Kemang IFI, Jatirasa, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/3/2025). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/agr

Radarbangkalan.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Jawa Barat, melaporkan bahwa banjir yang melumpuhkan sejumlah wilayah Bekasi disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi serta luapan air dari hulu Kali Bekasi.

Baca Juga: Banjir Bekasi Pagi Ini: Pondok Gede Permai Terendam 4 Meter, Warga Terjebak

BPBD mencatat banjir tersebar di 20 titik dan berdampak pada tujuh kecamatan setelah hujan deras mengguyur sejak Senin (3/3) malam hingga hari berikutnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bekasi, Priadi Santoso, menjelaskan bahwa kondisi tersebut diperparah oleh meningkatnya debit air dari wilayah hulu Kali Bekasi, khususnya Bogor, yang menyebabkan air sungai meluap.

"Hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung dalam durasi lama di wilayah hulu Kali Bekasi dan Kota Bekasi menyebabkan peningkatan debit air dan banjir di beberapa wilayah," katanya di Bekasi, Selasa (4/3).

Banjir merendam tujuh kecamatan di Kota Bekasi, yaitu Bekasi Timur, Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Medan Satria, Jatiasih, Pondok Gede, dan Rawalumbu.

Di Kecamatan Bekasi Timur, tiga titik terdampak banjir dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari 70 sentimeter hingga tiga meter.

Sementara itu, di Kecamatan Bekasi Utara, Kampung Lebak, Kelurahan Teluk Pucung, terendam banjir setinggi 180 sentimeter, menyebabkan 360 warga harus dievakuasi ke Musala Jumiatur Khoir.

Di Kecamatan Bekasi Selatan, tiga titik banjir juga teridentifikasi, dengan ketinggian air mencapai tiga meter di Perumahan Jaka Kencana.

Sedangkan di Kecamatan Medan Satria, permukiman warga di Kelurahan Kali Baru terendam banjir setinggi 100 sentimeter.

Baca Juga: Viral! Pengeluaran Ghazyendha Rp1,2 M, Ini Sumber Kekayaannya

Banjir terparah terjadi di Jatiasih, dengan ketinggian air mencapai lebih dari tiga meter di Perumahan Pondok Gede Permai (PGP) dan Villa Jatirasa.

"Banjir terparah di wilayah ini dikarenakan debit Kali Bekasi tidak lagi mampu menampung deras air sehingga melimpas dari tanggul sejak pukul 03.15 WIB tadi pagi," ujar Priadi.

Di Kecamatan Pondok Gede, tiga titik terendam banjir, termasuk Komplek Dosen IKIP yang mencapai 155 sentimeter.

Sementara itu, di Rawalumbu, tiga titik banjir terpantau dengan ketinggian air mulai dari 20 hingga 50 sentimeter.

BPBD Kota Bekasi telah melakukan evakuasi terhadap warga terdampak, termasuk 360 jiwa di Bekasi Utara dan 400 jiwa di Gang Mawar, Bekasi Timur.

"Evakuasi juga masih terus berlangsung saat ini di lokasi-lokasi banjir terparah," tambahnya.

Baca Juga: Viral! Pengeluaran Ghazyendha Rp1,2 M, Ini Sumber Kekayaannya

Selain itu, BPBD terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk PLN, untuk memastikan keselamatan warga dengan memadamkan listrik di area terdampak.

"Kami juga menyisir lokasi-lokasi dengan banjir yang relatif sangat tinggi untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal," kata Priadi.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyatakan bahwa bencana banjir telah menyebabkan Kota Bekasi lumpuh hingga Selasa (4/3).

Delapan dari dua belas kecamatan terdampak banjir, termasuk jalan utama dan kantor pemerintahan.

"Dari 12 kecamatan, yang terdampak di Kota Bekasi itu delapan kecamatan. Dan hari ini Kota Bekasi lumpuh, sampai di jalan utama,

Baca Juga: Sempat Ungkap Masalah Pertamina, Ini Kekayaan Ahok Saat Jadi Komut

termasuk kantor pemerintahan, itu sudah mulai masuk air, keluar, karena kemudian juga limpasannya sungguh luar biasa," ujar Tri dalam rapat koordinasi pengendalian banjir Jabodetabek secara daring.

Editor : Ubaidillah
#banjir #banjir bekasi #dki jakarta #jabodetabek #bogor #Banjir Bekasi 2025