Radarbangkalan.id - Modus penipuan dengan fake BTS dilaporkan semakin marak dalam beberapa waktu terakhir. Para pelaku menggunakan perangkat BTS palsu untuk memancarkan sinyal menyerupai BTS operator resmi.
Baca Juga: Kerugian Negara Rp 11,7 Triliun, Skandal Korupsi LPEI Seret Lima Tersangka
Dengan metode ini, mereka dapat mengirimkan SMS secara massal kepada masyarakat di sekitarnya, menawarkan hadiah palsu atau meminta data pribadi tanpa terdeteksi oleh operator.
Untuk mencegah penyalahgunaan fake BTS, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah menyusun sejumlah langkah yang akan diterapkan.
Denny Setiawan, Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi, menyarankan agar pengguna menghindari jaringan yang tidak dikenal.
Selain itu, pelanggan disarankan untuk memperkuat keamanan jika menggunakan jaringan 2G agar lebih terlindungi dari modus penipuan ini.
"Kami lihat di beberapa negara seperti di Singapura itu operator juga menyiapkan aplikasi-aplikasi untuk katakanlah me-verifikasi atau memperkuat pesan-pesan SMS ini," ujar Denny dalam segmen Profit di CNBC Indonesia, Rabu (5/3/2025).
Baca Juga: Kerugian Negara Rp 11,7 Triliun, Skandal Korupsi LPEI Seret Lima Tersangka
Di sisi lain, Komdigi juga tengah mengkaji regulasi penomoran agar setiap nomor yang digunakan dalam komunikasi dapat teridentifikasi dengan jelas.
"Itu yang eh paling tidak dalam waktu dekat akan kami siapkan," terangnya.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Muhammad Arif Angga, mengingatkan masyarakat untuk lebih teliti dalam menerima informasi melalui SMS atau WhatsApp.
Ia menekankan pentingnya melakukan pengecekan lebih lanjut sebelum mengklik tautan yang diterima agar tidak terjebak dalam modus phishing.
"Tidak ada pengecekan lebih lanjut dari yang bersangkutan main klik-klik aja langsung aplikasinya mungkin bergerak untuk mengambil data-data yang bersangkutan phishing atau lainnya," kata Arief dalam kesempatan yang sama.
Baca Juga: Kerugian Negara Rp 11,7 Triliun, Skandal Korupsi LPEI Seret Lima Tersangka
Menurutnya, perlindungan terbaik berasal dari kewaspadaan diri sendiri. Oleh karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kehati-hatian saat menerima pesan digital dalam bentuk apa pun.
"Alangkah baiknya ke depan ketika menerima informasi apapun baik itu dalam bentuk apapun di sisi SMS harus dicek terlebih dahulu ke validnya sebelum membuka atau mengklik layanan yang ada," ujarnya.
Editor : Ubaidillah