Radarbangkalan.id - Presiden Prabowo Subianto berencana membangun penjara khusus bagi koruptor di pulau terpencil untuk mencegah mereka kabur atau menikmati fasilitas mewah di dalam tahanan.
"Saya juga akan sisihkan dana buat penjara di suatu tempat yang terpencil, mereka gak bisa keluar. Kita akan cari pulau kalau mereka keluar biar ketemu sama hiu,"
Baca Juga: Jadwal Lengkap Penetapan NIP CPNS dan NIP PPPK untuk CASN 2024
kata Prabowo di Plaza Insan Berprestasi, Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta, Kamis, 13 Maret 2025, dikutip dari Antara.
Menurutnya, koruptor menjadi penghambat pembangunan negara dan menyulitkan masyarakat.
Baik guru, dokter, perawat, hingga petani ikut merasakan dampak dari tindakan korupsi karena dana yang seharusnya dialokasikan untuk kesejahteraan rakyat justru disalahgunakan.
Oleh karena itu, Prabowo menginstruksikan Kabinet Merah Putih untuk melakukan efisiensi agar penggunaan anggaran lebih optimal.
Sebenarnya, pemerintah telah memiliki penjara di Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, yang pernah digunakan untuk menahan koruptor pada awal era Reformasi.
Pada 2004-2005, pengusaha Probosutedjo dan Bob Hasan yang dekat dengan mantan Presiden Soeharto sempat dipenjara di sana. Namun, setelah itu, para koruptor tidak lagi dikirim ke Nusakambangan.
Pada Mei 2023, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusulkan agar koruptor kembali dipenjara di Nusakambangan.
Saat itu, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menilai bahwa lembaga pemasyarakatan bagi koruptor saat ini belum memberikan efek jera yang cukup.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Penetapan NIP CPNS dan NIP PPPK untuk CASN 2024
KPK mempertimbangkan lokasi alternatif seperti Nusakambangan agar penjara bagi koruptor menjadi lebih menakutkan.
Beberapa narapidana kasus korupsi diketahui masih bisa menikmati fasilitas mewah di dalam penjara.
Misalnya, Artalyta Ayin Suryani, terpidana kasus suap jaksa, diketahui memiliki ruangan dengan AC dan fasilitas layaknya rumah di Lapas Pondok Bambu, Jakarta Timur.
Kasus lainnya adalah Gayus Halomoan Tambunan, terpidana suap pajak, yang sempat tertangkap kamera menghadiri turnamen tenis di Bali pada November 2010 saat menjalani hukuman di Markas Brimob, Kelapa Dua, Depok.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Penetapan NIP CPNS dan NIP PPPK untuk CASN 2024
Lapas Sukamiskin, Bandung, juga dikenal sebagai "penjara favorit" bagi koruptor. Investigasi mengungkap bahwa beberapa napi dengan alasan berobat bisa keluar dan menginap di hotel mewah.
Bahkan, Lapas Sukamiskin memiliki fasilitas eksklusif berupa saung-saung mewah yang dilengkapi sofa, kulkas mini, dan pengeras suara. Setelah kasus ini terungkap, saung-saung tersebut akhirnya dibongkar pada 24 Juli 2018.
Mengenai penjara koruptor di pulau terpencil, Prabowo belum memberikan rincian lebih lanjut.
"Saya tidak akan mundur menghadapi koruptor. Mereka harusnya ngerti saya ini siap mati untuk bangsa dan negara ini.
Mafia manapun saya tidak takut. Apalagi ada Kapolri dan TNI, apalagi ada guru-guru yang akan membantu saya," ujarnya.
Jika rencana ini terealisasi, modelnya bisa menyerupai Alcatraz di Amerika Serikat. Alcatraz, yang terletak di Teluk San Francisco, awalnya merupakan benteng pertahanan militer sebelum diubah menjadi penjara dengan keamanan maksimum pada 1933.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Penetapan NIP CPNS dan NIP PPPK untuk CASN 2024
Penjara ini menampung napi kelas kakap seperti Al Capone dan Alvin Karpis. Namun, karena biaya pemeliharaannya terlalu tinggi, Alcatraz ditutup pada 1963 dan kini menjadi destinasi wisata.
Editor : Ubaidillah