News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Pertahanan Rp 371,9 M Timnas Indonesia Jebol! Kenapa Bisa Dibantai Australia?

Azril Arham • Sabtu, 22 Maret 2025 | 18:28 WIB
Timnas Indonesia vs Timnas Australia kala berlaga. (Foto: PSSI)
Timnas Indonesia vs Timnas Australia kala berlaga. (Foto: PSSI)

RadarBangkalan.id - Timnas Indonesia harus menerima kenyataan pahit setelah pertahanan mahal mereka tak mampu membendung serangan Timnas Australia.

Dengan nilai pasar lini belakang yang mencapai Rp 371,9 miliar, Garuda tetap tak berdaya di hadapan Socceroos.

Dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 babak ketiga Grup C yang digelar di Sydney Football Stadium, Kamis (20/3/2025), Indonesia kalah telak 1-5 dari Australia.

Gawang yang dijaga Maarten Paes dibobol oleh Martin Boyle, Nishan Velupillay, Jackson Irvine (2 gol), dan Lewis Miller. Satu-satunya gol balasan Indonesia dicetak oleh Ole Romeny.

Di atas kertas, Indonesia memiliki barisan bek berkualitas tinggi dengan nilai pasar yang fantastis.

Nama-nama seperti Jay Idzes, Kevin Diks, Mees Hilgers, Calvin Verdonk, dan Maarten Paes menjadi tumpuan di lini belakang.

Mees Hilgers tercatat sebagai pemain bertahan termahal dengan nilai pasar mencapai 9 juta euro, sementara Calvin Verdonk ditaksir 2,5 juta euro.

Jika ditotal, lini belakang Indonesia memiliki nilai sebesar 20,8 juta euro atau setara Rp 371,9 miliar. Sayangnya, angka tersebut tidak menjamin ketangguhan di lapangan.

Analis sepakbola, Muhammad Kusnaeni, menilai Timnas Indonesia masih belum bisa memanfaatkan potensi besar yang mereka miliki.

Menurutnya, pelatih Patrick Kluivert gagal mengoptimalkan kualitas individu pemain menjadi permainan tim yang solid.

"Materi pemain kita sebenarnya cukup bagus, terutama dengan kehadiran Ole Romeny yang menambah daya gedor lini depan. Namun, sayangnya, permainan tim belum terbentuk dengan baik," ujar Kusnaeni dilansir detikSport, Jumat (21/3/2025).

Ia juga menyoroti kurangnya kerja sama di antara para pemain.

"Terlihat sekali bahwa para pemain masih bermain sendiri-sendiri dan belum padu. Saat game plan tidak berjalan, mereka mudah panik dan kesulitan mengatasi tekanan lawan," tambahnya.

Kekalahan telak ini menjadi pukulan sekaligus pelajaran penting bagi Timnas Indonesia.

Dengan skuad yang dihuni pemain-pemain bernilai tinggi, mereka masih harus membangun kekompakan dan kematangan dalam bermain. Jika tidak, hasil serupa bisa terulang di laga-laga berikutnya. ***

Editor : Azril Arham
#timnas #australia #Timnas Indonesia vs Australia #kualifikasi piala dunia #indonesia vs australia