News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Data Hilal Idul Fitri 1446 H dari Lembaga Falakiyah PBNU dan BMKG

Ubaidillah • Jumat, 28 Maret 2025 | 19:53 WIB
Ilustrasi rukyatul hilal. (Foto: NU Online/Suwitno)
Ilustrasi rukyatul hilal. (Foto: NU Online/Suwitno)

Radarbangkalan.id - Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) telah merilis data hisab mengenai hilal jelang Idulfitri 1446 H melalui Informasi Hilal Awal Syawal 1446 H.

Data ini diumumkan pada Kamis, 27 Maret 2025, untuk tanggal 29 Ramadhan 1446 H atau 29 Maret 2025 M di Indonesia.

Baca Juga: Agar Mudik Lebaran 2025 Aman dan Nyaman untuk Anak, Simak Rekomendasi KPAI

Perhitungan dilakukan berdasarkan metode ilmu falak khas Nahdlatul Ulama di titik Gedung PBNU, Jakarta Pusat, dengan koordinat 6º 11’ 25” LS dan 106º 50’ 50” BT.

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa ketinggian hilal mar’ie adalah -1 derajat 59 menit 16 detik, yang berarti hilal masih berada di bawah ufuk dan belum memenuhi kriteria imkanur rukyah.

Ijtimak atau konjungsi diperkirakan terjadi pada Sabtu, 29 Maret 2025, pukul 17:58:27 WIB. Sementara itu, posisi Matahari terbenam berada di 3 derajat 32 menit 52 detik utara titik barat.

LF PBNU juga merilis data hilal di berbagai kota di Indonesia. Parameter hilal terkecil terjadi di Merauke, Papua Selatan, dengan tinggi hilal -3 derajat 24 menit,

sedangkan parameter terbesar ada di Lhoknga, Aceh, dengan tinggi hilal -0 derajat 59 menit. Elongasi hilal haqiqy di Indonesia pada 29 Ramadhan 1446 H berkisar antara 2º 58’ hingga 3º 01’.

Dengan kedudukan hilal yang berada di bawah ufuk di seluruh wilayah Indonesia, lama hilal di atas ufuk pada 29 Ramadhan 1446 H adalah 0 detik.

Hal ini menempatkan hilal dalam zona istihalah al-rukyah (mustahil terlihat) menurut Imkan Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU).

Perhitungan Hilal BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengeluarkan informasi prakiraan hilal untuk 1 Syawal 1446 H. Dalam laporan ini, disebutkan bahwa konjungsi akan terjadi pada Sabtu, 29 Maret 2025, pukul 10.57.38 UT atau 17.57.38 WIB.

Periode sinodis Bulan sejak konjungsi awal Ramadhan hingga konjungsi awal Syawal adalah 29 hari 10 jam 13 menit.

Baca Juga: Agar Mudik Lebaran 2025 Aman dan Nyaman untuk Anak, Simak Rekomendasi KPAI

Waktu Matahari terbenam pada 29 Maret 2025 di Indonesia berkisar antara pukul 17.44.19 WIT di Oksibil, Papua, hingga pukul 18.48.12 WIB di Sabang, Aceh.

Dengan demikian, konjungsi terjadi sebelum Matahari terbenam di sebagian wilayah Indonesia.

Ketinggian hilal saat Matahari terbenam pada 29 Maret 2025 berkisar antara -3 derajat 29 menit di Merauke, Papua, hingga -1 derajat 07 menit di Sabang, Aceh.

Sementara itu, pada 30 Maret 2025, ketinggian hilal meningkat menjadi 7,96 derajat di Merauke dan 11,48 derajat di Sabang.

BMKG juga mencatat bahwa elongasi geosentris hilal pada 29 Maret 2025 berkisar antara 1,06 derajat di Kebumen, Jawa Tengah, hingga 1,61 derajat di Oksibil, Papua.

Sementara pada 30 Maret 2025, elongasi berkisar antara 13,02 derajat di Merauke hingga 14,83 derajat di Sabang.

Data lain menunjukkan bahwa umur Bulan saat Matahari terbenam pada 29 Maret 2025 berkisar antara -2,22 jam di Oksibil hingga 0,84 jam di Sabang.

Sedangkan pada 30 Maret 2025, umur Bulan berkisar antara 21,77 jam di Merauke hingga 24,84 jam di Sabang.

Baca Juga: Agar Mudik Lebaran 2025 Aman dan Nyaman untuk Anak, Simak Rekomendasi KPAI

Durasi hilal saat Matahari terbenam pada 29 Maret 2025 berkisar antara -10,81 menit di Merauke hingga -3,52 menit di Sabang.

Sementara pada 30 Maret 2025, hilal berada di atas ufuk selama 37,23 menit di Merauke hingga 52,19 menit di Sabang.

BMKG juga mengingatkan bahwa saat rukyatul hilal, ada beberapa objek astronomis yang bisa disalahartikan sebagai hilal, seperti planet Venus atau Merkurius serta bintang Sirius.

Namun, pada 29 dan 30 Maret 2025, tidak ada objek astronomis lain yang berjarak sudut lebih kecil dari 10 derajat dari Bulan.

Kesimpulan dan Prediksi Idulfitri 2025
Berdasarkan perhitungan hilal oleh LF PBNU dan BMKG, hilal pada 29 Maret 2025 masih berada di bawah ufuk sehingga tidak dapat dirukyat.

Oleh karena itu, LF PBNU memprediksi bahwa Idulfitri 1446 H berpotensi jatuh pada Senin, 31 Maret 2025 (mulai malam Senin).

Meski demikian, kepastian tanggal Idulfitri akan diumumkan secara resmi oleh Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, pada Sabtu, 29 Maret 2025, sekitar pukul 19:00 WIB, setelah adanya keputusan sidang isbat pemerintah.

Baca Juga: Agar Mudik Lebaran 2025 Aman dan Nyaman untuk Anak, Simak Rekomendasi KPAI

Editor : Ubaidillah
#bmkg #hilal #Idul Fitri 2025 #sidang isbat #nu #kementerian agama