News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

IHSG Anjlok Lagi, Netizen Heboh di Medsos! Ada Apa?

Azril Arham • Sabtu, 29 Maret 2025 | 17:59 WIB
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan IHSG
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan IHSG

RadarBangkalan.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami penurunan signifikan pada pembukaan perdagangan Senin (24/3/2025).

IHSG dibuka melemah ke level 6.242 dan terus terjun hingga menyentuh angka 5.979 pada pukul 10.22 WIB.

Berdasarkan data RTI Business, IHSG anjlok 278,501 poin atau 4,45% dalam satu sesi perdagangan.

Dari total saham yang diperdagangkan, 563 saham mengalami penurunan, hanya 65 saham yang menguat, dan 148 lainnya stagnan.

Penurunan drastis IHSG ini langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial, terutama di platform X (sebelumnya Twitter).

Netizen ramai-ramai mengungkapkan keresahan mereka terhadap kondisi pasar saham yang semakin tidak menentu.

Banyak yang mencemaskan dampak anjloknya IHSG terhadap ekonomi nasional, terutama bagi investor, perusahaan, dan para pekerja.

"Breaking: IHSG pagi ini sudah lebih rendah dibanding beberapa hari lalu ketika jeblok 5% dalam sehari. Kira-kira sekarang pejabat bakal komentar apa lagi??" tulis seorang pengguna X.

"Memasuki waktu Indonesia bagian IHSG kepala 5," sindir netizen lain yang menggambarkan betapa suramnya kondisi pasar saham saat ini.

Banyak netizen yang mencoba menjelaskan mengapa IHSG turun drastis dan dampaknya terhadap ekonomi:

"Kalau IHSG turun, berarti saham anjlok. Kenapa saham bisa anjlok? Ya karena investor cabut dari Indonesia. Kalau investor nggak ada, perputaran ekonomi jadi lambat. Apa akibatnya? Perusahaan bisa lay-off banyak karyawan, penjualan di level UMKM sepi, banyak yang jadi pengangguran, kriminalitas meningkat," cuit seorang pengguna lain.

Tak sedikit pula yang mencibir pemerintah terkait kondisi ini:

"Saya tidak yakin pemerintah punya kapasitas mempertahankan ekonomi, IHSG per hari ini aja anjlok lagi dan rupiah udah 16.550 wkwkwk," tulis seorang warganet.

"Hari Senin bangun tidur cek IHSG rasanya pingin tidur seminggu lagi," keluh netizen lainnya.

Bahkan ada yang bercanda dengan mengusulkan solusi instan:

"Tolong ini investor-investornya dijemput biar IHSG naik lagi," pinta seorang pengguna.

Dari sisi fundamental, penurunan IHSG ini tidak terlepas dari aksi jual besar-besaran investor asing.

Sekretaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmat, mengungkapkan bahwa IHSG melemah 3,95% pada perdagangan Jumat (21/3) dengan net sell asing mencapai Rp 2,35 triliun.

Sepanjang tahun 2025, total aksi jual bersih investor asing telah mencapai Rp 33,18 triliun.

"Perubahan terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 3,95% menjadi berada pada level 6.258," kata Kautsar dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (23/3).

Penurunan ini menambah daftar panjang volatilitas pasar saham Indonesia yang belakangan ini terus mengalami guncangan.

Dengan tekanan eksternal dan ketidakpastian ekonomi global, banyak pihak masih menunggu kebijakan pemerintah yang dapat membantu stabilisasi pasar modal.

Lalu, apakah IHSG akan kembali bangkit, atau justru semakin merosot dalam waktu dekat? Kita tunggu saja perkembangannya! ***

Editor : Azril Arham
#ihsg anjlok #ihsg #saham #investor #ekonomi