News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Trump Naikkan Tarif Jadi 54%, China Balas! Apa Dampaknya ke Dunia?

Azril Arham • Minggu, 6 April 2025 | 13:31 WIB

 

Presiden AS Donald Trump umumkan kenaikan tarif impor
Presiden AS Donald Trump umumkan kenaikan tarif impor

RadarBangkalan.id - Hubungan Amerika Serikat (AS) dan China kembali memanas. Bukan soal perang senjata, tapi soal tarif dagang yang bikin ekonomi global ikut deg-degan.

Presiden AS Donald Trump kembali unjuk gigi dengan menaikkan tarif impor barang dari China, dan tentu saja, China tak tinggal diam. Perang dagang jilid baru pun dimulai.

Dilansir dari CNN pada Jumat (4/4), Trump mengumumkan tarif tambahan sebesar 34% untuk seluruh produk impor dari China.

Tarif ini merupakan gelombang ketiga setelah dua tahap sebelumnya, yang masing-masing menerapkan bea tambahan 10%.

Dengan langkah terbaru ini, total beban tarif atas produk China di AS bisa mencapai 54% yaitu angka yang cukup mengejutkan bahkan bagi para analis ekonomi.

Langkah Trump ini diklaim sebagai upaya untuk membendung masuknya fentanil ilegal dari China ke AS, namun efek sampingnya jelas terasa ke sektor perdagangan global.

Tak butuh waktu lama, China langsung menanggapi keras kebijakan Trump ini. Negeri Tirai Bambu itu menerapkan tarif serupa sebesar 34% untuk barang-barang asal AS yang mulai berlaku 10 April 2025.

Dalam pernyataannya, Komisi Tarif Dewan Negara China menyebut tindakan AS sebagai bentuk intimidasi sepihak dan melanggar aturan perdagangan internasional.

Tak hanya itu, 11 perusahaan asal AS, termasuk produsen drone ternama, masuk ke dalam daftar hitam entitas yang dianggap “tidak dapat diandalkan.”

China juga memperketat kontrol ekspor atas barang-barang strategis dan menyelidiki praktik antidumping terhadap peralatan medis dari AS dan India.

Bahkan, ekspor tujuh jenis mineral tanah jarang, termasuk samarium dan terbium, mulai dikenai pembatasan ketat.

Trump tak tinggal diam saat China membalas. Dalam unggahannya di media sosial, dia menyatakan, “CHINA BERMAIN SALAH!” dengan huruf kapital.

Ia menuding bahwa China panik dan tidak akan mampu menerapkan tarif tersebut dengan efektif.

Trump juga membanggakan lonjakan lapangan kerja di AS sebagai bukti bahwa kebijakan dagangnya berhasil.

Menurut data Departemen Tenaga Kerja AS, terdapat 228.000 penambahan pekerjaan pada Maret 2025 yaitu jauh di atas prediksi sebelumnya yang hanya 130.000.

Namun, meski penyerapan tenaga kerja meningkat, tingkat pengangguran juga sedikit naik menjadi 4,2%, dari 4,1% pada Februari. Sementara itu, pendapatan per jam mengalami kenaikan tipis sebesar 0,3% menjadi USD 36.

Sejumlah sektor seperti transportasi, kesehatan, hingga perdagangan mengalami pertumbuhan lapangan kerja.

Tapi efek jangka panjangnya masih jadi tanda tanya besar. Perang tarif yang kian sengit ini bisa berdampak pada stabilitas ekonomi global, termasuk potensi pemangkasan anggaran dan pegawai pemerintah di AS. ***

 

Editor : Azril Arham
#trump #tarif impor china era trump #china #amerika serikat #Tarif impor AS #ekonomi #tarif impor donald trump