News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

China Tetap Teguh Hadapi Ancaman Kenaikan Tarif 100% dari Trump

Ubaidillah • Rabu, 9 April 2025 | 22:38 WIB
Donald Trump dan Xi Jinping // Shutterstock
Donald Trump dan Xi Jinping // Shutterstock

Radarbangkalan.id - Ketegangan antara Amerika Serikat dan China kembali meningkat setelah Presiden Donald Trump mengumumkan rencana untuk memberlakukan tarif lebih dari 100% pada produk impor dari China.

Langkah ini menjadi eskalasi terbaru dalam perang dagang berkepanjangan antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia.

Baca Juga: 10 HP Terbaik Harga 2 Jutaan Terbaru April 2025

Pemerintah China segera menanggapi dengan sikap tegas. "Para pejabat China telah menjelaskan bahwa mereka akan berjuang sampai akhir," menandakan bahwa Beijing tidak memiliki rencana untuk mundur dari konfrontasi dagang ini.

Dalam pernyataan resminya, pemerintah China juga mengecam langkah AS sebagai tindakan yang tidak adil. “Melabelinya sebagai pemerasan,” ungkap perwakilan Beijing dalam konferensi pers.

Dampak dari ketegangan ini terasa hingga ke pasar global. Meski sebelumnya mengalami penurunan tajam, pasar saham mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Namun, sentimen investor tetap rentan, dengan ketidakpastian tinggi membayangi perdagangan internasional.

Baca Juga: 10 HP Terbaik Harga 2 Jutaan Terbaru April 2025

Sementara itu, Uni Eropa tidak tinggal diam. Blok tersebut mengumumkan rencana untuk membalas kebijakan tarif AS dengan proposal tarif balasan. Hal ini menunjukkan bahwa dampak perang dagang AS-China telah merembet ke hubungan dagang global dan memicu respons dari kekuatan ekonomi lainnya.

Pasar Asia menjadi salah satu yang paling terdampak akibat gejolak ini. Volatilitas tinggi dan tekanan pada mata uang lokal menjadi indikasi bahwa ketegangan ini tidak hanya berdampak pada dua negara, tetapi juga pada stabilitas ekonomi kawasan secara keseluruhan.

Diskusi pun berkembang di kalangan analis dan pengamat ekonomi, mempertanyakan apakah tarif besar-besaran ini hanya sekadar taktik tekanan sementara,

atau mencerminkan pergeseran jangka panjang dalam kebijakan ekonomi global. Dalam jangka panjang, ketegangan seperti ini bisa mengarah pada pembentukan blok-blok dagang baru, atau bahkan perubahan pola aliansi ekonomi antarnegara.

Baca Juga: 10 HP Terbaik Harga 2 Jutaan Terbaru April 2025

Dengan tidak adanya tanda-tanda pelonggaran sikap dari kedua belah pihak, dunia kini menghadapi ketidakpastian yang makin mendalam mengenai arah hubungan dagang global di masa mendatang.

Editor : Ubaidillah
#tarif impor Amerika 2025 #China - AS #perang dagang as cina