News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Jasad Sheila Mahasiswi UGM Ditemukan Membusuk di Parit setelah 18 Hari, Keluarga Terima sebagai Kecelakaan

Ubaidillah • Rabu, 16 April 2025 | 16:38 WIB
TKP penemuan jasad Sheila: Rekonstruksi pembunuhan jurnalis Juwita oleh prajurit TNI AL, Jumran, digelar di Jalan Trans Gunung Kupang, Banjarbaru, Sabtu (5/4/2025).
TKP penemuan jasad Sheila: Rekonstruksi pembunuhan jurnalis Juwita oleh prajurit TNI AL, Jumran, digelar di Jalan Trans Gunung Kupang, Banjarbaru, Sabtu (5/4/2025).

Radarbangkalan.id - Kematian Sheila Amelia Christanti (21), mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) asal Madiun, masih menyisakan banyak pertanyaan.

Baca Juga: Sosok Syafril Firdaus, Dokter Kandungan Garut, Terlibat Kasus Pelecehan Pasien Saat USG

Sheila ditemukan meninggal dunia dalam kondisi membusuk di dalam parit pinggir Jalan Raya Sarangan, tepatnya di Desa Cemorosewu, Kecamatan Plaosan, Jawa Timur, setelah dilaporkan hilang selama 18 hari.

Sejak awal kehilangan saat mudik Lebaran, keluarga Sheila sudah melapor ke polisi. Namun, jasad korban baru ditemukan lebih dari dua minggu kemudian.

Korban ditemukan dalam posisi tertindih sepeda motor di dalam selokan. Kondisi jenazah saat ditemukan sudah rusak sehingga identitasnya belum langsung dikenali.

Banyak pihak menilai bahwa pihak kepolisian harus mengungkap penyebab kematian Sheila secara transparan.

Hal ini penting agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat, baik tentang kemungkinan kecelakaan tunggal, kecelakaan melibatkan kendaraan lain, atau bahkan dugaan tindak kriminal.

Jenazah Sheila telah dimakamkan di pemakaman umum Desa Kebonsari, Madiun, pada Minggu (14/4/2025).

Rasa duka datang dari keluarga, kerabat, tetangga, dan rekan kuliahnya. Ungkapan belasungkawa disampaikan melalui berbagai media, termasuk media sosial.

“Segenap keluarga besar Merapi Uncover mengucapkan turut berdukacita atas berpulangnya Sheila Amelia Christanti.

Baca Juga: Indonesia Kalah Telak 6-0 dari Korut: Gugup di Awal, Pesta Gol di Akhir

Mahasiswi program studi S1 Ekonomi Pertanian dan Agribisnis 2023. Semoga almarhumah diterima di sisi-Nya serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan,” tulis akun @merapi_uncover di media sosial x.com.

Pihak keluarga, melalui kerabatnya Taufik Eka Nirawanto (41), menyampaikan bahwa mereka sudah menerima kematian Sheila sebagai akibat kecelakaan lalu lintas tunggal.

“Keluarga sudah menerima bahwa penyebab kepergian adik Sheila adalah kecelakaan tunggal,” ujar Taufik saat dihubungi dari Surabaya, Senin (14/4/2025).

Menurut Taufik, keluarga sudah mendatangi lokasi kejadian di tikungan Tawangsari, Desa Cemorosewu.

Baca Juga: Indonesia Kalah Telak 6-0 dari Korut: Gugup di Awal, Pesta Gol di Akhir

Dari hasil pengecekan tersebut, mereka meyakini bahwa Sheila mengalami kecelakaan tunggal hingga masuk ke parit.

Barang-barang milik Sheila, termasuk sepeda motor, sudah diambil keluarga dari Pos Polisi Plaosan, Magetan.

Sheila ditemukan warga pada Sabtu (12/4/2025) sekitar pukul 15.00 WIB setelah mencium bau tak sedap dari arah parit di tepi jalan.

“Saat ditemukan, posisi korban tidak terlihat karena tubuhnya tertindih sepeda motor dan berada di parit dengan kedalaman 77 cm lebar 60 cm.

Identitas korban saat itu juga belum diketahui karena jasadnya mulai rusak,” ucap Kapolsek Plaosan AKP Joko Yuwono.

Polisi segera memeriksa lokasi dan mengevakuasi jenazah ke RSUD Magetan. Sementara itu, Satuan Lalu Lintas Polres Magetan mengidentifikasi korban lewat nomor polisi sepeda motor.

Keluarga korban mengenali Sheila dari ciri fisik seperti behel gigi, gelang, dan tas yang masih melekat. Semua barang korban ditemukan bersama jasad dan sepeda motornya.

Unit Gakkum Satlantas Polres Magetan melakukan olah TKP di Dusun Cemorosewu. Ditemukan jejak pengereman dan roda motor yang mengarah ke lokasi parit, diduga akibat kecelakaan di tikungan tajam.

Tidak ada saksi yang melihat langsung kejadian tersebut. Korban diduga terpental ke parit saat mengendarai motor dan melintasi jalan menurun serta menikung.

Sheila terakhir kali berkomunikasi dengan keluarga pada 25 Maret 2025 saat hendak mudik dari Yogyakarta ke Madiun.

Ia sempat memberi kabar bahwa sudah sampai di Klaten pukul 11.00 WIB. Namun setelah pukul 13.00 WIB, kontak dengan keluarga terputus.

Baca Juga: Indonesia Kalah Telak 6-0 dari Korut: Gugup di Awal, Pesta Gol di Akhir

Karena khawatir, keluarga menyusul ke Yogyakarta dan melaporkan kehilangan Sheila ke Polres Daerah Istimewa Yogyakarta dan Polres Klaten pada malam hari.

Meski keluarga telah menerima kejadian ini sebagai kecelakaan, masih muncul pertanyaan apakah benar penyebab kematian Sheila sudah terungkap sepenuhnya.

Baca Juga: Indonesia Kalah Telak 6-0 dari Korut: Gugup di Awal, Pesta Gol di Akhir

Dosen Hukum Pidana Universitas Bhayangkara Surabaya, Sholehudin, berpendapat bahwa penyidik seharusnya tetap melakukan penyelidikan mengingat korban sempat dilaporkan hilang.

“Laporan kehilangan itu, sebenarnya mengindikasikan kecurigaan dari pihak keluarga mengenai sesuatu hal yang berpotensi membahayakan keselamatan korban,” ujar Sholehudin.

Ia menyarankan agar Satuan Reskrim Polres Magetan turun tangan dan berkoordinasi dengan Polres Yogyakarta dan Polres Klaten.

Penyelidikan bisa dimulai dari informasi yang dihimpun keluarga tentang aktivitas Sheila, pergaulannya, dan relasi terdekatnya.

Kepada keluarga, Sholehudin menyarankan untuk membantu penyidik secara aktif.

Ia mengingatkan bahwa ada banyak kasus kejahatan yang pada awalnya dikira kecelakaan, termasuk kasus pembunuhan jurnalis Juwita di Kalimantan Selatan.

Awalnya diduga kecelakaan, namun belakangan terbukti bahwa Juwita dibunuh oleh kekasihnya, anggota TNI AL bernama Jumran.

Masyarakat juga diimbau untuk bersikap kritis dan tidak mudah menerima penjelasan awal tanpa bukti lengkap. Jika ada yang mencurigakan, penting untuk segera bersuara demi tegaknya keadilan.

Editor : Ubaidillah
#kecelakaan tunggal #Lawu Green Forest #mahasiswi ugm #Sheila Mahasiswi UGM #Sheila Amelia Christanti