Sebanyak empat prajurit TNI dan sembilan warga sipil dilaporkan meninggal dunia dalam ledakan tersebut. Dedi menegaskan bahwa musibah ini bukan hanya tragedi militer, namun juga tragedi kemanusiaan yang dirasakan seluruh warga Jawa Barat.
“Kami, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya 4 anggota TNI dan 9 warga sipil dalam musibah kecelakaan pemusnahan amunisi tak terpakai,” ujar Dedi melalui unggahan video di akun Instagram resminya, @dedimulyadi71.
Baca Juga: Pemusnahan Amunisi Berakibat Fatal, Tewaskan 13 Orang
Dalam pernyataannya, Dedi mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan para korban sebagai bentuk solidaritas dan penghormatan terakhir. Ia bahkan mengimbau masyarakat membacakan Surat Al-Fatihah untuk para almarhum.
“Semoga almarhum diterima seluruh keimanannya, mendapat ampunan dari Allah SWT, dan ditempatkan di sisi terbaik-Nya,” tambahnya.
Dedi juga menyampaikan harapan agar keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dalam menghadapi cobaan berat ini. “Musibah ini menjadi luka bersama masyarakat Jawa Barat. Semoga semua pihak diberi ketabahan,” pungkasnya.
Insiden ini menambah duka di tengah masyarakat dan menjadi sorotan nasional. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan akan terus memantau penanganan pasca-kejadian dan memberikan dukungan bagi keluarga korban.
Baca Juga: Inilah Identitas 13 Korban Ledakan Amunisi di Garut
Editor : Mohammad Sugianto