Radarbangkalan.id- Tragedi ledakan amunisi kedaluwarsa di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Senin (12/5), meninggalkan luka mendalam. Sebanyak 13 nyawa melayang—empat di antaranya prajurit TNI, sisanya warga sipil.
Di tengah suasana duka, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung ke RSUD Pameungpeuk, Selasa (13/5). Di hadapan keluarga korban, ia menyampaikan komitmen penuh untuk menanggung kehidupan anak-anak korban yang masih bergantung.
“Anak-anak yang ditinggal orang tuanya karena insiden ini, kami jamin. Mulai dari biaya sekolah, makan, sampai kebutuhan harian, semua jadi tanggung jawab pemerintah provinsi,” tegas Dedi.
Tak hanya secara moral, Pemprov Jabar juga menunjukkan kehadiran negara secara nyata. Santunan sebesar Rp50 juta diserahkan untuk setiap korban jiwa. Dana itu diberikan untuk biaya pemulasaraan, pengganti nafkah yang hilang, serta kebutuhan darurat lainnya.
“Nilainya mungkin tak sebanding dengan nyawa. Tapi kami ingin keluarga korban tahu bahwa mereka tidak sendiri. Negara hadir di tengah duka ini,” imbuhnya.
Ledakan yang terjadi saat pemusnahan amunisi usang itu kini menjadi sorotan nasional. Evaluasi prosedur dan pengamanan kegiatan sejenis pun menjadi pekerjaan rumah bagi semua pihak, agar tragedi serupa tak kembali terulang.
Baca Juga: 5 Fakta Tragis Ledakan Pemusnahan Amunisi di Garut, Menewaskan 13 Orang
Editor : Mohammad Sugianto