Radarbangkalan.id-Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental semakin meningkat, terutama di kalangan generasi muda. Meski tak tampak secara fisik, gangguan mental dapat menyebabkan penderitaan jangka panjang jika tidak ditangani dengan baik.
Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), berbagai faktor bisa menjadi penyebab gangguan mental. Mulai dari faktor genetik, tekanan ekonomi, masalah sosial, hingga kondisi fisik. Namun, satu hal yang sering luput dari perhatian adalah perubahan iklim.
Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan Mental
Perubahan iklim global seperti suhu ekstrem, kekeringan, dan bencana alam ternyata berdampak besar terhadap kondisi psikologis seseorang. Dikutip dari laman Prohealth, manusia saat ini menjadi saksi kerusakan lingkungan secara masif. Kerusakan ini berdampak langsung pada kehidupan sosial dan ekonomi, serta memicu tekanan psikologis.
Sementara itu, Kemenkes juga menyebut bahwa masyarakat yang terdampak langsung oleh perubahan iklim rentan mengalami gangguan kesehatan jiwa. Contohnya, gelombang panas bisa memicu perubahan suasana hati, meningkatkan tingkat stres, bahkan meningkatkan angka kriminalitas.
Dalam laporan Climate Adapt, dijelaskan bahwa bencana alam seperti banjir bandang, kebakaran hutan, dan kehilangan tempat tinggal akibat perubahan iklim bisa memicu trauma jangka panjang. Banyak warga yang mengalami Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), gangguan kecemasan, hingga depresi setelah mengalami kejadian ekstrem tersebut.
Cara Mengatasi Gangguan Mental Akibat Perubahan Iklim
Langkah pertama untuk mengatasi gangguan mental adalah menyadari kondisi diri sendiri. Jika Anda mulai merasa cemas berlebihan, takut tanpa sebab, atau sulit berkonsentrasi karena kekhawatiran akan perubahan iklim, sebaiknya segera berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.
Selain itu, penting juga untuk menjaga kesehatan mental dengan:
- Mencari komunitas atau kelompok pendukung yang fokus pada isu lingkungan dan kesehatan mental.
- Melakukan aktivitas positif seperti meditasi, olahraga ringan, dan berbicara dengan orang terdekat.
- Menghindari informasi berlebihan yang dapat memicu ketakutan, serta fokus pada aksi nyata untuk membantu lingkungan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah merekomendasikan agar pemerintah di seluruh dunia mengintegrasikan program kesehatan mental dalam kebijakan iklim nasional. Upaya ini diharapkan bisa memberikan dukungan psikososial sekaligus menjadi bagian dari aksi adaptasi perubahan iklim.
Editor : Mohammad Sugianto