News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Bimo Wijayanto Ditunjuk Jadi Dirjen Pajak, Ini Agenda Reformasi Pajak Nasional

Mohammad Sugianto • Rabu, 21 Mei 2025 | 05:21 WIB
Bimo Wijayanto
Bimo Wijayanto

JAKARTA – Presiden Prabowo menunjuk Bimo Wijayanto sebagai Direktur Jenderal Pajak yang baru. Penunjukan ini menjadi langkah strategis untuk mendorong reformasi sistem perpajakan nasional.  Bimo Wijayanto  menggantikan Suryo Utomo, sementara Letnan Jenderal TNI Djaka Budi Utama ditunjuk sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai menggantikan Askolani. apa saja agenda reformasi pajak nasional, berikut penjelasannya:

Fokus Pertama: Reformasi Pajak Nasional
Bimo ditugasi memperbaiki sistem perpajakan agar lebih transparan, berintegritas, dan independen. Pajak tetap jadi tulang punggung pembiayaan negara. Karena itu, pengawasan internal harus diperkuat dan budaya kerja profesional harus dibangun di tubuh Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Basis Pajak Diperluas, Kepatuhan Diperketat
Tingkat kepatuhan pajak masih rendah. Bimo dihadapkan pada tantangan memperluas basis pajak, termasuk menertibkan ekonomi informal (underground economy). Edukasi, pengawasan, dan penegakan hukum akan jadi kunci untuk menutup celah kebocoran penerimaan.

Baca Juga: DPR Desak Evaluasi Sistem 8 Syarikah Haji 2025: Jemaah Bingung, Kloter Kacau

Coretax Dipercepat, Layanan Pajak Serba Digital
Transformasi digital mutlak dilakukan. Sistem Coretax yang sedang dikembangkan harus segera diimplementasikan. Targetnya: layanan lebih cepat, efisien, dan minim kontak langsung antara wajib pajak dan petugas.

Tingkatkan Kredibilitas DJP
Reformasi bukan hanya soal sistem, tapi juga sumber daya manusia. Bimo diminta menanamkan nilai profesionalisme dan integritas, sekaligus menindak tegas pelanggaran etika.

Jaga Stabilitas Penerimaan di Tengah Krisis
Di tengah tekanan ekonomi global, DJP tetap harus menjaga stabilitas penerimaan negara. Kebijakan pajak harus adaptif, berbasis data, dan mampu mendukung program-program strategis pemerintah.

Kesimpulan:
Penunjukan Bimo Wijayanto sebagai Dirjen Pajak bukan hanya pergantian pejabat. Ini awal dari reformasi besar. Harapannya, sistem perpajakan Indonesia bisa lebih modern, bersih, dan inklusif.

Baca Juga: Najwa Shihab Berduka: Sang Suami, Ibrahim Sjarief Assegaf, Meninggal Dunia Diduga Akibat Stroke

 

Editor : Mohammad Sugianto
#Bimo Wijayanto #Dirjen Pajak Kemenkeu #presiden prabowo subianto