Bulan ini bukan sekadar momentum ibadah haji dan kurban. Lebih dari itu, ada amalan-amalan lain yang sangat dianjurkan dan diyakini memiliki ganjaran besar. Maka, tak heran jika umat Islam di seluruh dunia bersiap menjemput Dzulhijjah dengan semangat spiritual yang tinggi.
Tiga Ibadah Utama yang Jangan Terlewat
Dikutip dari NU Online, terdapat tiga ibadah pokok yang sangat dianjurkan selama bulan Dzulhijjah:
- Puasa Sunnah
Mulai dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah, umat Islam dianjurkan untuk berpuasa. Puncaknya adalah Puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah. Pahala dari puasa ini luar biasa: penghapusan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. - Kurban
Dilakukan pada 10 Dzulhijjah, tepat saat Hari Raya Idul Adha. Bagi yang mampu, ibadah kurban menjadi simbol ketaatan dan pengorbanan, meneladani kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. - Haji
Ibadah haji adalah puncak ibadah Dzulhijjah dan menjadi rukun Islam kelima. Tidak semua orang mampu menunaikannya, tetapi bagi yang diberi kemampuan, ini adalah momen ibadah seumur hidup.
Baca Juga: Remaja di Gowa Ditangkap Densus 88 karena Sebar Propaganda ISIS Lewat WhatsApp
Jadwal Dzulhijjah dan Idul Adha 2025
Nah, kapan sebenarnya 1 Dzulhijjah 1446 H dimulai? Berdasarkan kalender Hijriah yang dirilis Kementerian Agama (Kemenag), Rabu, 28 Mei 2025 diperkirakan sebagai awal bulan Dzulhijjah.
Artinya, Idul Adha atau 10 Dzulhijjah akan jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025. Namun, jadwal ini belum bersifat final. Pemerintah masih akan menggelar sidang isbat untuk penetapan resmi berdasarkan rukyatul hilal.
Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan tanggal yang sama untuk 1 Dzulhijjah dan Idul Adha versi mereka. Organisasi ini mengandalkan metode hisab hakiki wujudul hilal dalam menentukan awal bulan.
Maksimalkan 10 Hari Pertama
Mengapa sepuluh hari pertama Dzulhijjah begitu penting? Karena dalam banyak hadis, hari-hari ini disebut sebagai hari terbaik dalam setahun untuk beramal saleh. Bahkan, lebih utama dari jihad sekalipun, kecuali bagi orang yang berangkat jihad dengan seluruh hartanya dan tidak kembali.
Momen ini menjadi peluang emas untuk untuk memperbanyak dzikir, sedekah, membaca Al-Qur’an, hingga mempererat tali silaturahmi. Tak hanya ibadah besar seperti haji dan kurban, ibadah-ibadah ringan pun dilipatgandakan pahalanya.
Editor : Mohammad Sugianto