JAKARTA– Momentum Idul Adha 1446 H dijadikan PDI Perjuangan sebagai ajang penguatan ekonomi kerakyatan. Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah, menyoroti pentingnya melihat ibadah kurban tidak semata sebagai bentuk ibadah personal, melainkan juga sebagai stimulus ekonomi bagi peternak lokal.
“Jangan hanya lihat dari sisi penyembelihannya. Ada dampak ekonomi besar di balik kurban, apalagi bagi peternak kecil di Madura dan kawasan lain di Jawa Timur,” ujar Said saat memberikan keterangan resmi, Jumat (6/6/2025).
Tahun ini, PDI Perjuangan Jatim mendistribusikan 403 ekor sapi ke berbagai wilayah, mencakup 38 kabupaten dan kota. Hewan-hewan kurban ini disalurkan ke kantor-kantor DPC, pesantren, masjid, organisasi masyarakat, serta tokoh-tokoh agama lokal.
“Kami ingin daging kurban sampai ke warga kurang mampu. Ini bentuk nyata bahwa partai hadir untuk mereka yang paling membutuhkan,” lanjut Said.
Lebih dalam, Said menyampaikan bahwa kurban adalah bentuk ketaatan total, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS. Menurutnya, semangat ini tidak boleh berhenti pada simbolisme, tetapi harus diwujudkan dalam aksi sosial nyata.
Baca Juga: Ustadz Yahya Waloni Meninggal Dunia Saat Khutbah Jumat di Masjid Makassar
“Kita memang tak diuji seberat Nabi Ibrahim, tapi kurban jadi wujud nyata dari pengorbanan, empati, dan semangat berbagi,” tegas anggota DPR asal Madura itu.
Tidak hanya fokus pada kegiatan sosial tahunan, Said menyebut komitmen PDI Perjuangan adalah memperjuangkan perubahan struktural bagi masyarakat kecil. Ibadah kurban menjadi salah satu bagian dari implementasi nilai-nilai Pancasila, seperti Ketuhanan, Kemanusiaan, dan Keadilan Sosial.
“Bagi kami, ini bukan sekadar program tahunan. Harus ada dampak jangka panjang. Peternak harus merasakan manfaat ekonominya, dan rakyat kecil mendapat akses terhadap gizi yang lebih baik,” jelasnya.
Baca Juga: 5 Manfaat Daun Jeruk untuk Kesehatan: Dari Jantung hingga Kesehatan Mulut
Said berharap program kurban yang diselenggarakan setiap tahun ini tidak berhenti pada distribusi daging, tapi juga menjadi pintu masuk bagi perubahan sosial yang lebih besar.
“Kita ingin dampaknya terasa. Bukan hanya untuk satu hari raya. Peternak terbantu, rakyat kecil terangkat. Di situlah letak nilai perjuangan partai,” pungkasnya.
Editor : Mohammad Sugianto