News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Bandara Taif Siap Jadi Alternatif Baru untuk Jemaah Haji dan Umrah Indonesia

Mohammad Sugianto • Selasa, 10 Juni 2025 | 00:48 WIB
Suasana pertemuan antara perwakilan amirul hajj Indonesia dengan otoritas bandara Taif di Makkah, Arab saudi, Minggu (8/6).
Suasana pertemuan antara perwakilan amirul hajj Indonesia dengan otoritas bandara Taif di Makkah, Arab saudi, Minggu (8/6).

MAKKAH-Radarbangkalan.id-Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Arab Saudi secara resmi tengah membahas penggunaan Bandara Internasional Taif sebagai jalur alternatif kedatangan jemaah haji dan umrah asal Indonesia. Langkah ini diambil untuk mengurangi kepadatan di Bandara Jeddah dan Madinah yang selama ini menjadi pintu utama kedatangan jemaah.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan hal ini setelah pertemuan antara Anggota Amirul Hajj Indonesia 2025 dan Otoritas Bandara Taif di Makkah, Arab Saudi, pada Minggu (8/6).

“Bandara Taif akan menjadi alternatif bandara haji/umrah selain Jeddah dan Madinah untuk mengurangi kepadatan. Apalagi jaraknya dari Taif ke Makkah hanya sekitar 70 kilometer,” ujar Dudy dalam keterangan resminya, Senin (9/6).

Menurut Menhub, Bandara Taif dapat memberikan jalur yang lebih efisien dan nyaman bagi jemaah Indonesia menuju Makkah. Penggunaan bandara ini juga dinilai strategis untuk mendistribusikan arus kedatangan jemaah secara lebih merata ke wilayah Arab Saudi.

Sebagai catatan, Bandara Taif sudah mulai digunakan oleh jemaah haji Indonesia pada musim haji 2025 ini. Pada Rabu (28/5), sebanyak 44 jemaah haji khusus tiba di Taif sebagai bagian dari uji coba jalur baru ini.

“Kedatangan di Bandara Taif ini menjadi catatan penting dalam upaya diversifikasi jalur masuk jamaah haji ke Arab Saudi,” kata Dudy.

Untuk musim haji 2025, total jemaah haji reguler Indonesia mencapai 203.320 orang, yang diberangkatkan oleh tiga maskapai penerbangan, yakni:

Apabila jemaah reguler dapat mendarat di Bandara Taif, maka jumlah jemaah yang bisa diberangkatkan dalam satu waktu bisa bertambah. Hal ini berpotensi memperpendek waktu tunggu keberangkatan dan mengurangi durasi tinggal di Arab Saudi.

Secara langsung, ini akan berdampak pada efisiensi logistik dan penurunan biaya perjalanan haji, yang sangat dinantikan oleh para calon jemaah.

di bandara utama, dan menekan biaya operasional. Pemerintah akan terus mengkaji efektivitas jalur ini untuk implementasi di masa mendatang.

 

Editor : Mohammad Sugianto