News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

372 Guru Besar Kedokteran Desak Presiden Copot Menkes, Soroti Kegagalan Tata Kelola Kesehatan Nasional

Mohammad Sugianto • Jumat, 13 Juni 2025 | 18:22 WIB
Ilustrasi : Mosi tidak percaya ratusan dokter kepada menteri kesehatan
Ilustrasi : Mosi tidak percaya ratusan dokter kepada menteri kesehatan

JAKARTA,Radarbangkalan.id- – Suara kritik terhadap kebijakan kesehatan nasional kembali menggema dari kalangan akademisi. Sebanyak 372 guru besar kedokteran dari 23 perguruan tinggi ternama di Indonesia kembali menyuarakan sikap tegas mereka. Dalam orasi ilmiah yang digelar secara serentak kemarin (12/6), mereka secara terbuka menyatakan hilangnya kepercayaan terhadap Menteri Kesehatan untuk memimpin reformasi sistem kesehatan nasional.

Gerakan ini bukan yang pertama. Sebelumnya, seruan serupa telah disampaikan pada 20 Mei 2025. Namun, lantaran tak kunjung mendapat respons memadai dari Kementerian Kesehatan, bahkan dianggap nihil perbaikan komunikasi, para guru besar merasa perlu menyuarakan ulang keprihatinan mereka.

Dalam pernyataan resminya, para guru besar menyatakan tegas:

“Kami tidak lagi dapat mengembalikan kepercayaan kepada Menteri Kesehatan untuk memimpin reformasi dan tata kelola kesehatan.”

Orasi ilmiah dan pernyataan sikap bertajuk “Darurat Ketahanan Kesehatan Nasional” ini dipusatkan di Gedung IMERI Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, dan digelar serentak di beberapa kampus besar lain seperti Universitas Sumatera Utara (Medan), Universitas Andalas (Padang), Universitas Hasanuddin (Makassar), dan Universitas Airlangga (Surabaya).

Ketua Dewan Guru Besar FKUI, Prof. Dr. Siti Setiati, menegaskan bahwa sikap ini diambil karena komunikasi dari Menteri Kesehatan pasca kritik sebelumnya dinilai tidak membaik. Bahkan, ujaran yang disampaikan ke publik justru dinilai memperkeruh suasana dan mengabaikan substansi keprihatinan.

“Seruan ini akan terus disampaikan sampai ada respons konkret dari pemerintah. Kami tidak menolak perubahan, tapi perubahan yang keliru akan berdampak panjang ke masyarakat,” tegas Prof. Siti.

Sebelumnya, para guru besar juga telah menyampaikan surat terbuka kepada Presiden RI, sebagai bentuk desakan agar pemerintah mendengarkan suara mereka. Pihak Istana disebut sudah memberi tanggapan, namun masih belum menyentuh substansi tuntutan.

“Kami ingin berdialog langsung dengan Presiden agar dapat menjelaskan maksud seruan ini secara utuh. Sebab ini menyangkut masa depan kesehatan nasional,” imbuh Prof. Siti.

 

Editor : Mohammad Sugianto
#dokter #guru besar #Guru Besar Kedokteran UI #menteri kesehatan #mosi tidak percaya #fakultas kedokteraan