News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Kekerasan Anak Semakin Kompleks, Save the Children Desak Aksi Nyata Negara

Mohammad Sugianto • Senin, 4 Agustus 2025 | 01:32 WIB
Ilustrasi seorang anak menjadi korban kekerasan
Ilustrasi seorang anak menjadi korban kekerasan

Radarbangkalan.id – Save the Children Indonesia angkat suara terkait masih tingginya kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia. Organisasi itu menilai sistem perlindungan anak belum cukup kuat, terlebih kekerasan kini tidak hanya terjadi secara langsung, tetapi juga merambah ke ruang digital.

CEO Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar, menyatakan kekerasan anak yang terjadi di ranah rumah tangga menunjukkan kegagalan sistem perlindungan yang seharusnya mengedepankan keamanan anak. “Ketika rumah tidak lagi menjadi tempat aman, maka ada yang salah dalam sistem perlindungan kita,” tegasnya.

Bentuk kekerasan yang dialami anak kini semakin beragam. Selain kekerasan fisik dan seksual, anak-anak juga terpapar kejahatan digital seperti pornografi dan eksploitasi online. Save the Children pun menyebut perlindungan anak harus mencakup pendekatan menyeluruh, termasuk penguatan sistem di sekolah dan komunitas.

Upaya yang dilakukan Save the Children antara lain pendampingan sekolah, peningkatan kesadaran tentang bahaya perundungan, membangun mekanisme rujukan kasus kekerasan, serta mendorong pengasuhan positif di lingkungan keluarga.

“Perlindungan anak tidak cukup hanya di atas kertas. Negara harus hadir, keluarga sadar, sekolah peduli, dan masyarakat ikut menjaga,” ujarnya.

Dessy menambahkan bahwa program-program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis dan Sekolah Rakyat patut diapresiasi, namun tetap membutuhkan evaluasi agar tidak melenceng dari kebutuhan nyata di lapangan.

“Tidak boleh ada anak yang tertinggal. Saatnya bergerak bersama, wujudkan Indonesia yang benar-benar ramah anak,” tutupnya.

 

Editor : Mohammad Sugianto
#kpai #kekerasan anak #Save the Children Indonesia #Save The Children