Pimpinan OPM Mayer Wenda Tewas Ditembak TNI di Lanny Jaya, Ini Kronologinya
Mohammad Sugianto• Kamis, 7 Agustus 2025 | 03:04 WIB
Ilustrasi TNI memburui KKB
PAPUA,Radarbangkalan.id – Operasi penindakan terhadap kelompok bersenjata di wilayah Papua kembali dilakukan prajurit TNI. Kali ini, salah satu pimpinan Organisasi Papua Merdeka (OPM), Mayer Wenda alias Kuloi Wonda, berhasil dilumpuhkan dalam kontak tembak yang terjadi di Distrik Mukoni, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, Selasa (5/8) sore.
Kabar tewasnya Mayer Wenda dibenarkan oleh Mabes TNI melalui keterangan resmi yang dirilis Rabu petang (6/8). Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan, operasi tersebut merupakan bagian dari tugas pokok TNI dalam kerangka Operasi Militer Selain Perang (OMSP) sesuai amanat UU Nomor 3 Tahun 2025, yang merupakan revisi atas UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.
Kristomei mengungkapkan, operasi dimulai sekitar pukul 16.30 WIT. Mayer Wenda menjadi target utama karena telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 2014. Dia diketahui memiliki rekam jejak keterlibatan dalam berbagai aksi kekerasan, termasuk penyerangan Polsek Pirime dan pembunuhan anggota Polri di Tolikara pada 2012.
Selain itu, Mayer Wenda juga tercatat pernah menghadang patroli keamanan dan melakukan penembakan terhadap aparat TNI-Polri di wilayah Lanny Jaya pada 2014. Dalam operasi terbaru itu, kelompok bersenjata yang dipimpin Mayer melakukan perlawanan, sehingga terjadi kontak tembak.
“Dalam kondisi itu, prajurit TNI mengambil tindakan tegas dan terukur,” jelas Kristomei.
Tewas Bersama Adik, Barang Bukti Diamankan
Dalam baku tembak tersebut, Mayer Wenda dinyatakan tewas di tempat, bersama seorang lain yang diduga merupakan adiknya, Dani Wenda. Jenazah keduanya langsung dievakuasi ke RSUD Wamena untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Dari lokasi kejadian, TNI juga mengamankan barang bukti berupa:
1 pucuk senjata api jenis revolver
24 butir amunisi
2 KTP atas nama Dani Wenda dan Pemina Wenda
2 telepon genggam
Uang tunai Rp 65 ribu
1 buah noken khas Papua
Komitmen Jaga Keamanan Papua
Keberhasilan dalam operasi ini, kata Kristomei, menjadi bukti bahwa TNI konsisten menjaga stabilitas keamanan di Papua, terlebih menjelang peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia.
“Namun, selain tindakan penegakan hukum, TNI tetap mengedepankan pendekatan teritorial yang humanis dan dialogis sebagai strategi jangka panjang dalam menjaga Papua tetap damai,” ucapnya.
Kristomei juga menegaskan bahwa seluruh tindakan prajurit dalam operasi dilakukan secara profesional dan berlandaskan peraturan yang berlaku. TNI, tambahnya, akan terus menjalankan peran sebagai penjaga kedaulatan dan pelindung rakyat Indonesia, termasuk di tanah Papua.
“TNI menyambut dengan tangan terbuka siapa pun anggota OPM yang ingin kembali ke pangkuan NKRI dan bersama-sama membangun masa depan Papua yang lebih damai dan sejahtera,” pungkasnya.