News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Gempa M 5,8 Guncang Poso, Satu Orang Meninggal dan Puluhan Rumah Rusak

Mohammad Sugianto • Selasa, 19 Agustus 2025 | 02:04 WIB
Kondisi pascagempa magnitudo 5.8 di Poso, Sulawesi Tengah.
Kondisi pascagempa magnitudo 5.8 di Poso, Sulawesi Tengah.

Radarbangkalan.id – Gempa bumi dengan magnitudo 5,8 mengguncang wilayah Poso, Sulawesi Tengah, pada Minggu pagi (17/8) pukul 05.38 WITA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan satu orang meninggal dunia akibat peristiwa ini.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan, korban jiwa merupakan pasien kritis yang tertimpa reruntuhan saat gempa terjadi di Gereja Elim Masani, Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir. Saat itu jemaat sedang mengikuti ibadah pagi, namun bangunan gereja yang masih dalam tahap konstruksi roboh, menimpa sejumlah orang di dalamnya.

Hasil kaji cepat BNPB per Minggu malam mencatat sedikitnya 12 rumah rusak berat dan 33 rumah mengalami rusak ringan. BNPB langsung menggelar rapat koordinasi darurat secara daring yang dipimpin Deputi Penanganan Darurat Mayjen TNI Budi Irawan bersama Kemenko PMK, Bupati Poso, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, BPBD Poso, serta jajaran forkopimda setempat.

Untuk mempercepat penanganan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB diberangkatkan ke Poso pada Senin dini hari (18/8). Mereka akan membantu pemerintah daerah dalam penanganan darurat dan mendampingi distribusi bantuan. Bantuan tahap awal yang akan dikirimkan berupa makanan siap saji, tenda pengungsi, tenda keluarga, hygiene kit, selimut, hingga matras.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyampaikan bahwa pusat gempa berada di laut, sekitar 12 km utara Kota Poso, dengan kedalaman 10 km. Gempa ini tergolong dangkal dan dipicu aktivitas sesar Tokararu dengan mekanisme pergerakan naik.

BMKG mencatat gempa dirasakan kuat di Kota Poso pada skala V–VI MMI, membuat warga panik, berlarian keluar rumah, serta menimbulkan kerusakan ringan pada bangunan. Getaran juga terasa hingga Luwu Timur, Mamuju, Masamba, Majene, Palopo, Pasangkayu, dan Polman pada skala III–IV MMI.

“Hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami,” tegas Suharyanto.

Hingga pukul 06.43 WITA, BMKG mencatat setidaknya lima kali gempa susulan, dengan magnitudo terbesar M 3,2. Warga diimbau tetap tenang, waspada terhadap potensi gempa susulan, serta tidak mudah percaya dengan informasi yang tidak jelas sumbernya.

Dengan kejadian ini, BNPB menegaskan pentingnya kesadaran mitigasi bencana di wilayah rawan gempa. Kesiapan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalisasi risiko dan korban di masa depan.

 

Editor : Mohammad Sugianto
#bmkg #gempa poso #bencana #gempa bumi