News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Said Abdullah Rutin Berbagi dengan Wong Cilik

Ina Herdiyana • Rabu, 24 September 2025 | 05:59 WIB

 

BERBAGI: Tim Said Abdullah memberikan bantuan sembako kepada pengayuh becak di Sumenep.
BERBAGI: Tim Said Abdullah memberikan bantuan sembako kepada pengayuh becak di Sumenep.

”Di tengah kesulitan hidup, bantuan sembako dari MH Said Abdullah menjadi penguat harapan. Masyarakat tak hanya menerima, tetapi juga menitipkan doa dan rasya syukur atas kepedulian yang tulus.”

Di sudut kota yang terik. Di sepanjang persimpangan jalan kendaraan berlalu-lalang, wajah-wajah penuh peluh tiba-tiba merekah dengan senyum.

Salah satunya, ada mata tua seorang paro baya berkaca-kaca sambil menggenggam erat paket sembako.

Suaranya bergetar. Lirih, namun penuh syukur. Dia adalah Rasyid, warga Desa Nyabakan Barat, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep.

Abang becak satu ini merupakan salah satu penerima paket sembako dari Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah.

Tak terhitung sudah berapa kali, tetapi Kakek Rasyid sering mendapatkan bantuan sosial (bansos) dari Said Abdullah. Termasuk, untuk pemberian paket sembako hari ini.

”Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti. Terima kasih, Pak Said, yang telah peduli kepada kami. Di tengah kebutuhan yang makin berat, sembako ini menjadi cahaya yang meringankan beban kami,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Dengan senyum lega dan bahagia, bagi kakek Rasyid, bantuan sembako dari Said Abdullah ini bukan sekadar barang yang bisa dibawa pulang dalam kantong plastik, melainkan sebuah simbol kepedulian dari seorang wakil rakyat.

Sebab, selama ini yang rutin bagi-bagi berkah kepada masyarakat kecil hanya Said Abdullah.

Dia meyakini bahwa di balik jabatan dan kesibukan seorang wakil rakyat, ternyata masih ada ruang empati yang nyata.

Di tengah para wakil rakyat yang lain terkadang lupa atas jabatan dan amanah yang diemban.

Baca Juga: KPK Dalami Dugaan Korupsi Kuota Haji Tambahan 2024, Staf PBNU Diperiksa

”Beras dan minyak ini mungkin sederhana bagi sebagian orang, tapi bagi kami ini rezeki yang amat besar. Kami merasa diperhatikan, kami merasa tidak sendirian,” ujarnya.

Ungkapan terima kasih juga ditunjukkan Imah. Pedagang kaki lima asal Kecamatan Manding itu tampak tersenyum lepas sambil memeluk erat paket sembako berupa beras dan minyak goreng. Dengan suara pelan, dia berkata.

”Semoga kebaikan ini terus berlanjut, bukan hanya pada kami, tapi juga untuk masyarakat lain yang membutuhkan. Terima kasih, Pak Said. Doa kami menyertai,” katanya.

Bagi mereka, hari itu bukan sekadar momentum menerima bantuan, melainkan momen meneguhkan harapan—bahwa kepedulian masih hidup, dan terima kasih yang tulus akan selalu menjadi balasan paling indah.

”Terima kasih banyak, Pak Said. Bantuan ini sangat membantu kami di rumah,” ucapnya.

Dia senang karena kehadiran anggota dewan tidak hanya terlihat di masa kampanye. Namun, Said Abdullah telah menunjukkan komitmennya untuk terus memikirkan nasib wong cilik.

Bantuan yang diberikan ketua DPP PDI Perjuagan itu dipandang sebagai tanda bahwa suara mereka masih didengar dan kebutuhan mereka masih diperhatikan.

”Ini bukti bahwa beliau memang peduli. Meski Pak Said bertugas di Jakarta, tetapi kampung halamannya di sini, beliau tetap rutin ke Sumenep, dan selalu berbagi dengan kami. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini sama dengan tahun-tahun sebelumnya, terus ada, karena banyak warga kecil yang benar-benar membutuhkan,” harapnya. (iqb)

Editor : Ina Herdiyana
#bantuan #said abdullah #berbagi #wong cilik #sembako #pengayuh becak