Radarbangkalan.id - Kecelakaan maut antara KA Bangunkarta dengan sebuah mobil dan dua sepeda motor terjadi di perlintasan sebidang Prambanan, Sleman, Selasa (4/10/2025) siang.
Insiden tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan empat orang lainnya mengalami luka-luka.
Baca Juga: Kecelakaan Kereta di Prambanan Sleman Tewaskan 3 Orang, Diduga Palang Pintu Tidak Menutup
"Total korban ada 7 orang, tiga meninggal, empat dirawat di rumah sakit," kata Kapolsek Prambanan Kompol Dede Setiyarto kepada wartawan, Selasa (4/10/2025).
Menurut Dede, salah satu sepeda motor membawa dua penumpang (berboncengan) sementara satu pengendara lainnya berkendara sendiri. Ketiga korban pengendara motor tersebut meninggal di lokasi kejadian.
"Untuk korbannya yang sepeda motor MD (meninggal dunia) di tempat. Sementara mobil merah masih dirawat yang isinya suami istri dan dua balita," ujarnya.
Empat Penumpang Mobil Selamat Namun Alami Luka Serius
Pengendara mobil beserta penumpangnya selamat namun mengalami luka cukup parah dan kini dirawat intensif di rumah sakit.
"Isinya mobil tersebut ada empat orang, suami istri dan dua balita, suami istri dirawat di RS Bhayangkara dan yang balita dirawat di RSI PDHI," jelas Dede.
Baca Juga: Kecelakaan Kereta di Prambanan Sleman Tewaskan 3 Orang, Diduga Palang Pintu Tidak Menutup
Dede menambahkan terdapat luka lecet hingga patah tulang pada beberapa korban.
"Tadi saya cek di RS Bhayangkara driver, luka ada di kepala lecet-lecet, kemudian yang pendampingnya luka di kepala, lecet-lecet dan patah tulang," imbuhnya.
Identitas Korban Masih Didata, Penyebab Masih Diselidiki
Petugas saat ini masih mengidentifikasi identitas lengkap para korban.
"Identitas korban masih kita data dulu," ujarnya.
Baca Juga: Kecelakaan Kereta di Prambanan Sleman Tewaskan 3 Orang, Diduga Palang Pintu Tidak Menutup
Untuk penyebab kecelakaan, pihak kepolisian bersama PT KAI masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
"Untuk penyebab kami masih mendalami penyebab terjadinya laka ini. Kita masih selidiki (apakah palang pintu menutup atau tidak)," pungkasnya.
Editor : Ubaidillah