Radarbangkalan.id - Kereta Api (KA) 161 Bangunkarta mengalami kecelakaan atau tertemper dengan satu mobil dan dua sepeda motor di perlintasan sebidang antara Stasiun Brambanan–Maguwo, Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (4/11).
Dalam peristiwa tersebut tiga orang dilaporkan meninggal dunia, sementara empat orang lainnya harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Baca Juga: Kecelakaan Kereta di Prambanan Sleman Tewaskan 3 Orang, Diduga Palang Pintu Tidak Menutup
"Yang meninggal dunia ada tiga orang, semuanya adalah pengendara motor, dua unit motor, yang satu boncengan.
Total korban ada tujuh orang, tiga meninggal, empat dirawat di rumah sakit," kata Kapolsek Prambanan, Kompol Dede Setyarto, Selasa (4/11).
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, sedangkan catatan dari PT KAI Daop 6 Jogja menyebut kereta tertemper pada pukul 10.35 WIB.
Kronologi Kecelakaan
Dede menjelaskan, kecelakaan bermula ketika kereta yang melaju dari arah timur ke barat menabrak kendaraan yang melintas di perlintasan kereta api.
"Yang mana informasi awal berdasarkan video yang saya terima itu truk dulu jalan melintasi rel kereta, kemudian disusul mobil merah (Calya), yang menjadi korban adalah mobil merah yang ada di belakang tadi," ujarnya.
Baca Juga: Kecelakaan Kereta di Prambanan Sleman Tewaskan 3 Orang, Diduga Palang Pintu Tidak Menutup
Dalam sejumlah rekaman video warga, terdengar pertanyaan mengenai kondisi palang pintu yang diduga tidak menutup saat KA Bangunkarta melintas. Terkait hal ini, polisi masih melakukan penyelidikan.
"Yang pasti kita masih dalami proses apakah posisi palang nutup atau tidak, kita masih dalami," kata Dede.
Kondisi Korban
Seluruh korban yang mengalami luka merupakan sopir dan penumpang mobil Toyota Calya.
"Dirawat di rumah sakit yang mana isinya mobil tersebut ada empat orang, suami-istri dan dua balita, suami istri dirawat di Bhayangkara dan yang balita dirawat di rumah sakit Islam PDHI," jelas Dede.
Baca Juga: Kecelakaan Kereta di Prambanan Sleman Tewaskan 3 Orang, Diduga Palang Pintu Tidak Menutup
Pengemudi mengalami luka lecet di bagian kepala, sementara istrinya mengalami luka di kepala serta patah tulang. Identitas korban masih dalam pendataan petugas.
KAI Sampaikan Permintaan Maaf, Biaya Korban Ditanggung
Manager Humas KAI Daop 6 Jogja, Feni Novida Saragih memastikan seluruh awak dan penumpang KA Bangunkarta selamat dan kereta dapat melanjutkan perjalanan.
"KAI Daop 6 Yogyakarta sangat menyayangkan dan berbelasungkawa atas terjadinya temperan KA 161 Bangunkarta dengan sepeda motor dan mobil," ujarnya.
Feni menegaskan KAI akan memberikan pendampingan serta menanggung proses perawatan korban.
Baca Juga: Kecelakaan Kereta di Prambanan Sleman Tewaskan 3 Orang, Diduga Palang Pintu Tidak Menutup
"Kami masih menunggu info resmi dari rumah sakit. Untuk semua biaya prosesnya dari KAI yang akan menanggung," katanya.
Saat ini, KAI Daop 6 bersama kepolisian masih mendalami penyebab kecelakaan dan melakukan penelusuran teknis.
Editor : Ubaidillah