Radarbangkalan.id - Penemuan senjata api rakitan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, memicu kehebohan publik.
Senjata tersebut ditemukan setelah insiden ledakan yang terjadi pada Jumat, 7 November 2025, di area masjid sekolah saat pelaksanaan salat Jumat.
Baca Juga: Jule Ungkap Pernah Buat Janji Pernikahan, Harta Diserahkan ke Daehoon Bila Selingkuh
Yang menjadi perhatian bukan hanya bentuk senjatanya, melainkan tulisan mencolok berwarna putih yang terpampang di tubuh senjata api tersebut.
Tulisan itu memuat kalimat-kalimat seperti Natural Selection, Brenton Tarrant, Alexandre Bissonnette, dan lainnya — yang ternyata memiliki makna mendalam dan berkaitan dengan pelaku-pelaku aksi penembakan terkenal di dunia.
Makna Tulisan di Senjata Api Rakitan
Melalui unggahan akun Twitter @dwpaean pada 7 November 2025, sejumlah istilah dalam senjata itu diurai dan diartikan. Akun tersebut membagikan penjelasan lengkap disertai gambar yang memuat arti setiap tulisan.
“Beberapa hal yang gue notice dari senpi dan pelaku SMAN 72,” tulisnya dalam cuitan tersebut.
Baca Juga: Jule Ungkap Pernah Buat Janji Pernikahan, Harta Diserahkan ke Daehoon Bila Selingkuh
Berikut beberapa arti kalimat yang ditemukan di senjata api rakitan itu:
-
Natural Selection: Kaos yang digunakan oleh Eric Harris saat penembakan di Columbine High School.
-
Brenton Tarrant: Pelaku penembakan di masjid Christchurch, Selandia Baru.
-
Alexandre Bissonnette: Pelaku penembakan masjid di Quebec, Kanada. Namanya juga tertulis di senjata milik Brenton Tarrant.
-
For Agartha: Mengacu pada kerajaan mitos yang sering muncul dalam meme online.
-
14 Words: Slogan dari David Eden Lane, pendiri organisasi supremasi kulit putih.
-
Luca Traini: Ekstremis sayap kanan asal Italia yang melakukan penembakan di Macerata.
-
1998: Tahun pengepungan pelabuhan Akko saat perang salib, dan angka ini juga tertulis di senjata Brenton Tarrant.
Menurut akun tersebut, “Pelaku diketahui korban bullying dan melakukan ini tepat pada saat soljum, meniru kasus Brenton Tarrant yang juga melakuakn aksinya saat sholat Jumat.
Pelaku juga berpakaian seperti Eric Harris, salah satu penembak sekolah Columbine high school yang juga seorang korban bullying.”
Baca Juga: Inilah Kelebihan dan Kekurangan BBM Dicampur Ethanol Menurut Beberapa Ahli
Reaksi Warganet dan Isu Islamofobia
Cuitan tersebut menjadi viral dan disaksikan lebih dari 15 ribu pengguna Twitter. Banyak netizen yang mengaku terkejut dengan kemiripan kasus ini dengan aksi teror yang terjadi di luar negeri.
“Semenjak meme Agartha mulai mainstream di TikTok udah khawatir ada yang beneran ngelakuin kayak gini di Indo,” tulis akun @dizzeind.
“Waduh serem, tengkyu ilmu dan penjelasannya ya nder,” ujar akun @citaa1510.
“Ini juga tindakan Islamphobia dari senjata dan lokasi serta waktunya,” tulis akun @husseinani21979.
Kasus ini kini tengah diselidiki pihak berwenang. Publik menyoroti perlunya pengawasan ketat di lingkungan sekolah serta edukasi terhadap bahaya radikalisasi dan pengaruh konten ekstrem di media sosial.
Baca Juga: Inilah Kelebihan dan Kekurangan BBM Dicampur Ethanol Menurut Beberapa Ahli
Editor : Ubaidillah