News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Menteri UMKM Tuding Oknum Bea Cukai Ikut Andil soal Baju Thrifting, Purbaya Protes: “Kok Enggak Lapor ke Saya?”

Ubaidillah • Sabtu, 8 November 2025 | 12:05 WIB
Maman Abdurrahman saat menghadiri acara pembukaan Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSiS) 2025 di Lippo Mall Nusantara, Jakarta, Kamis (6/11/2025). (Foto: Kompas)
Maman Abdurrahman saat menghadiri acara pembukaan Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSiS) 2025 di Lippo Mall Nusantara, Jakarta, Kamis (6/11/2025). (Foto: Kompas)

Radarbangkalan.id - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menuding adanya keterlibatan oknum petugas di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan dalam maraknya impor pakaian bekas ilegal atau thrifting di Indonesia.

Menurut Maman, banyak pelaku usaha dalam negeri mengeluh karena pasar lokal dibanjiri produk thrifting yang merusak harga dan mematikan usaha tekstil serta fesyen lokal.

Baca Juga: Menguak Makna Nama-nama Pelaku Penembakan Dunia pada Senjata di SMAN 72 Jakarta

Dari data yang disampaikan Maman, impor pakaian bekas meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir — dari 7 ton pada 2021 dan 12 ton pada 2022, melonjak menjadi 3.600 ton di 2024. Hingga Agustus 2025, jumlahnya sudah mencapai 1.800 ton.

“Urusan thrifting, mengadunya ke Menteri UMKM. Tapi yang ngebuka akses oknum-oknum di Bea Cukai,” kata Maman dalam acara Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSiS) 2025 di Lippo Mall Nusantara, Jakarta, Kamis (6/11/2025).

Bea Cukai Disebut Sudah Ditertibkan oleh Menkeu Purbaya
Maman mengaku sudah menyampaikan hal ini kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang langsung menindaklanjuti dengan tindakan tegas terhadap aparat Bea Cukai yang terlibat.

“Alhamdulillah kemarin kita sentil saja, itu tolong Bea Cukai, oknum-oknum Bea Cukai ditertibkan. Alhamdulillah-nya Menteri Keuangannya gercep (gerak cepat) ditutup,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah kini telah menutup jalur masuk utama pakaian bekas impor ilegal.

Langkah berikutnya adalah menertibkan produk pakaian baru impor, terutama yang berasal dari China, karena dijual dengan harga sangat murah sehingga membuat produk lokal kalah bersaing.

“Jilbab itu bayangkan, dijual itu harganya kurang lebih Rp2.000 perak, Rp3.000 perak. Hancur pengusaha-pengusaha kita, produsen-produsen kita di UMKM. Ngadunya ke mana? Ke Menteri UMKM,” kata Maman.

Baca Juga: Menguak Makna Nama-nama Pelaku Penembakan Dunia pada Senjata di SMAN 72 Jakarta

Strategi Pemerintah Atasi Masalah Barang Impor Murah
Maman menuturkan, pemerintah tidak akan berhenti hanya pada penertiban thrifting. Fokus kini juga diarahkan pada penataan arus barang impor baru dari China yang dijual di bawah harga wajar.

“Kita enggak akan hanya berhenti di thrifting karena thrifting itu baru sebagian kecil. Yang paling besar ini adalah impor-impor produk-produk baju-baju dari China yang harganya udah enggak bener ini,” tegasnya.

Sebagai solusi, Maman menyiapkan strategi substitusi agar pedagang thrifting beralih menjual produk lokal.

Ia juga telah mengundang asosiasi produsen dan pelaku industri fesyen lokal, termasuk distro di Bandung, untuk memperkuat kapasitas produksi dalam negeri.

Tanggapan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Menanggapi tudingan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta agar semua laporan mengenai dugaan keterlibatan oknum Bea Cukai disampaikan langsung kepadanya agar bisa segera ditindaklanjuti.

“Oh, Pak Maman bilang gitu? Kenapa enggak lapor saya? Kalau lapor saya, saya beresin. Sebelah mana barangnya, pemainnya siapa, nanti kita beresin,” kata Purbaya usai acara 1 Tahun Prabowo-Gibran: Optimism 8% Economic Growth di Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Baca Juga: Menguak Makna Nama-nama Pelaku Penembakan Dunia pada Senjata di SMAN 72 Jakarta

Purbaya menegaskan, Kemenkeu sedang memperketat pengawasan dan menindak tegas petugas Bea Cukai yang terbukti menyalahgunakan wewenangnya.

“Jadi pertama kita list pemain-pemainnya siapa aja sih. Mereka mungkin udah tau, nanti kita tangkap, proses satu per satu. Dan nanti juga yang jalur hijau akan kita tetap proses secara random,” ujarnya.

Dengan langkah tersebut, pemerintah berkomitmen melindungi industri UMKM dan memastikan produk dalam negeri tidak kalah saing dari barang impor murah.

Editor : Ubaidillah
#bea cukai #Menteri umkm #jakarta #Thrifting #Purbaya