Radarbangkalan.id - Sosok Fadel Nazril (FN), pelaku ledakan bom di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, kini terungkap berasal dari keluarga broken home.
Kedua orang tuanya telah bercerai sekitar dua tahun lalu, dan Fadel merupakan anak kedua dari tiga bersaudara.'
Baca Juga: Pelaku Bom di SMAN 72 Jakarta Diduga Terpapar Radikalisme dari Media Sosial
Setelah perceraian orang tuanya, Fadel tinggal bersama ayah dan kakaknya di sebuah mes pegawai usaha kuliner yang berlokasi di Jalan Mahoni 1, Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara. Sementara ibunya bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Taiwan.
Tinggal di Mess Pegawai Usaha Kuliner
Menurut keterangan sepupu Fadel, sang ayah bekerja sebagai pegawai bagian masak di usaha makanan siap saji milik orang lain.
Rumah yang ditempati mereka merupakan mess gratis yang disediakan oleh pemilik usaha untuk para pekerja dapur.
“Ayahnya kerja jadi bagian masak di warung makan siap saji, kayak menu rumahan,” ujar sepupu Fadel kepada wartawan, Sabtu (8/11).
Warung makan tersebut melayani katering dengan menu populer seperti lontong sayur dan nasi uduk.
Usaha kuliner ini membuka etalase di depan salah satu gerai Alfamart di kawasan Cilincing. “Di sana ada yang bagian jualan. Saya sama ayahnya bagian masak di sini, di dapurnya,” lanjut sepupu Fadel.
Asal Usul dan Kehidupan Fadel Sebelum Insiden
Ayah Fadel diketahui berasal dari Banyumas, Jawa Tengah. Sebelum menetap di Cilincing, keluarga Fadel sempat tinggal di Kodamar (Komando Daerah Maritim), kawasan yang berlokasi tidak jauh dari SMAN 72 Jakarta.
Baca Juga: Pelaku Bom di SMAN 72 Jakarta Diduga Terpapar Radikalisme dari Media Sosial
“Fadel lahir dan sekolah SD di Kodamar. Ayahnya juga masih ber-KTP warga Kodamar sampai sekarang,” tutur sepupunya.
Saat ini, Fadel tinggal bersama ayah dan kakaknya di rumah mess tersebut, sementara adiknya menetap di Jawa bersama sang nenek. “Adiknya di Jawa, tinggal bersama Mbahnya,” tambahnya.
Pihak kepolisian masih menelusuri lebih dalam latar belakang keluarga Fadel, termasuk faktor lingkungan dan kondisi sosial yang mungkin berpengaruh terhadap tindakan ekstrem yang dilakukan pelaku.
Baca Juga: Menguak Makna Nama-nama Pelaku Penembakan Dunia pada Senjata di SMAN 72 Jakarta
Editor : Ubaidillah