Radarbangkalan.id - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meminta seluruh warga Lumajang yang berada dalam jangkauan abu vulkanik Gunung Semeru untuk segera menuju titik evakuasi.
Imbauan ini disampaikan setelah status Gunung Semeru meningkat menjadi Level IV (Awas) pasca erupsi pertama yang terjadi pada Rabu, 19 November 2025 pukul 14.13 WIB.
Khofifah menegaskan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Ia meminta warga mematuhi seluruh larangan memasuki zona berbahaya dan segera mengungsi apabila mendapatkan instruksi dari petugas di lapangan.
Baca Juga: Daftar 14 Substansi Perubahan KUHAP Baru, Ini Penjelasan Lengkapnya
Ia menjelaskan bahwa Pemprov Jawa Timur bersama seluruh unsur terkait telah bergerak cepat untuk membantu proses evakuasi dan menyiapkan fasilitas pengungsian bagi warga terdampak.
Sejumlah titik pengungsian disiapkan, yakni pendopo Kecamatan Candipuro, Balai Desa Oro-Oro Ombo, Balai Desa Penanggal, SDN 4 Supiturang, dan SMP 2 Pronojiwo.
Khofifah juga telah meminta BPBD Jatim dan BPBD Lumajang memastikan proses evakuasi berjalan aman dan seluruh warga terdampak tercatat dengan baik.
Pemprov Jatim terus berkoordinasi dengan PVMBG untuk memantau perkembangan aktivitas vulkanik Semeru.
Masyarakat diminta tetap tenang, waspada, dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum resmi.
Baca Juga: Tarif Listrik PLN 17–23 November 2025: Daftar Harga Terbaru Subsidi dan Non-Subsidi
Berdasarkan laporan PVMBG, Gunung Semeru mengeluarkan Awan Panas Guguran (APG) dengan jarak luncur hingga 14 kilometer pada pukul 14.13 WIB.
Aktivitas vulkanik terus meningkat dengan sebaran abu yang meluas sehingga status gunung ditetapkan menjadi awas.
Pemkab Lumajang juga telah menutup akses Jembatan Gladak Perak dan mensterilkan seluruh jalur yang berpotensi terdampak APG.
Baca Juga: Kisah Cinta Wiranto dan Rugaiya Usman: 50 Tahun Bersama hingga Akhir Hayat
Editor : Ubaidillah