Radarbangkalan.id - Akses jalan dari Kabupaten Lumajang menuju Kabupaten Malang maupun sebaliknya ditutup total sejak Rabu (19/11) sore, menyusul erupsi Gunung Semeru yang memicu kondisi berbahaya di sejumlah jalur penghubung.
Penutupan dilakukan di kawasan Piket Nol, Ranupani Senduro, Curah Kobo’an, dan Supiturang karena adanya potensi banjir lahar dingin serta risiko longsor di sepanjang jalur tersebut.
Baca Juga: Status Awas Gunung Semeru, Pemerintah Siapkan Lima Lokasi Pengungsian Aman
Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, membenarkan penutupan ini. Ia menyebut akses resmi ditutup sejak pukul 18.00 WIB dan belum dapat dipastikan kapan dibuka kembali.
Para pengendara dari Lumajang yang hendak menuju Malang diimbau untuk mengalihkan perjalanan melalui jalur Kabupaten Probolinggo, mengingat rute utama tidak dapat dilalui untuk sementara waktu.
Gunung Semeru mengalami erupsi besar dengan luncuran awan panas mencapai 14 kilometer pada Rabu sore, sehingga ratusan warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Pendakian Gunung Semeru hingga kawasan Ranu Kumbolo turut ditutup total imbas dari peningkatan aktivitas vulkanik tersebut.
Baca Juga: Status Awas Gunung Semeru, Pemerintah Siapkan Lima Lokasi Pengungsian Aman
Status Semeru juga telah dinaikkan menjadi awas, sementara luncuran awan panas masih terjadi dengan amplitudo maksimum 40 mm dan jarak luncur lebih dari 14 kilometer.
Secara visual, cuaca di sekitar kawasan Semeru terpantau berawan dan gelap. Hingga saat ini, akses di Jembatan Gladak Perak juga telah ditutup untuk keselamatan warga.
Baca Juga: Daftar 14 Substansi Perubahan KUHAP Baru, Ini Penjelasan Lengkapnya
Editor : Ubaidillah