Radarbangkalan.id - Film Nia Kurnia Sari memicu kontroversi sejak proses penggarapan hingga penayangannya di bioskop.
Film yang diangkat dari tragedi rudapaksa dan pembunuhan ini membuat publik bersimpati pada mendiang Nia, namun justru menilai keluarga korban seolah mengeksploitasi kemalangannya.
Baca Juga: Terungkap! Ini Identitas Istri Fiki Naki Setelah Resmi Menikah
Mulai dari pembukaan museum hingga penggarapan film, berbagai langkah dianggap hanya mengangkat kisah tragis Nia demi keuntungan. Film garapan Aditya Gumay ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh Indonesia pada 4 Desember 2025.
Sejak sebelum rilis, masyarakat sudah geleng-geleng kepala karena penayangan film tersebut dinilai penuh kepentingan komersial.
Kontroversi Memuncak karena Permintaan Donasi
Masalah semakin melebar setelah produksi film meminta donasi dari penonton. Di akhir film, tampil barcode untuk scan QRIS yang diarahkan sebagai donasi.
Pembuat film beralasan dana tersebut akan digunakan untuk membangun pesantren, rumah Quran, hingga kegiatan sosial lainnya.
Baca Juga: Brimob Polda Sumut Bantu Buka Akses Jalan Sibolga–Padangsidimpuan yang Terputus Akibat Longsor
"Salurkan donasi Anda dengan scan Qris," demikian tulisan yang tampil di layar bioskop, seperti dikutip dari akun X @faggositosis.
Publik pun ramai mengecam langkah tersebut. Banyak yang menilai tindakan ini tidak etis, terlebih film diproduseri oleh Ruben Onsu.
Sejumlah komentar warganet turut menyeret ibu mendiang Nia.
"Nyokapnya aja malah petantang petenteng nyuruh orang-orang nonton filmnya," tulis seorang warganet.
Baca Juga: Heboh Video Wanita Bugil Pegang Al-Quran, Polisi Ambil Langkah Cepat
"Merelakan sekolah dan masa muda nya untuk nyari uang, setelah dibunuh/meninggal pun masih terus diperas buat nyari uang," tambah komentar lainnya.
Kisah Tragis Nia Kurnia Sari
Nia Kurnia Sari tewas setelah dirudapaksa dan dibunuh oleh Indra Septiarman. Gadis asal Padang Pariaman itu diincar ketika sedang menjajakan gorengan.
Baca Juga: Kalender 2026: Daftar Hari Libur Nasional, Cuti Bersama, dan Long Weekend Terlengkap
Sehari-hari, Nia bekerja keras berjualan demi membantu perekonomian keluarga. Tragedi yang menimpanya mengundang perhatian publik nasional, terlebih setelah kisahnya diangkat menjadi film yang kini memicu perdebatan.
Editor : Ubaidillah