Radarbangkalan.id - Banjir besar yang menerjang Aceh Timur sejak Selasa (25/11/2025) membuat ribuan warga terisolasi tanpa akses keluar. Jalan utama putus, aliran listrik padam, dan jaringan komunikasi hilang hampir sepenuhnya.
Menurut laporan warga, “Kami di Aceh Timur mulai kelaparan. Akses jalan putus. Sinyal hp hilang, listrik padam, kami terkurung karena ketinggian air sejak hari Selasa, 2 meter lebih,” ujar Muhammad bin Ishak atau Cek Mad melalui pesan WhatsApp yang diterima Kompas.com, Minggu (30/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa komunikasi hanya dapat dilakukan saat berhasil mendapatkan sinyal darurat di Pendopo Bupati Aceh Timur. “Saat ini saya dapat sinyal darurat di pendopo bupati, mungkin hanya sesaat,” katanya.
Baca Juga: Banjir Medan Rendam 19 Kecamatan, Ribuan Rumah Terendam dan Rumah Dinas Bobby Ikut Kebanjiran
Korban Jiwa Bertambah
Cek Mad juga mengungkapkan bahwa banjir di wilayahnya telah menelan korban jiwa. Berdasarkan data sementara, sedikitnya tercatat 8 warga meninggal dunia, dengan rincian:
-
Kecamatan Peunaron: 1 orang
-
Kecamatan Peureulak Barat: 2 orang
-
Kecamatan Peudawa: 2 orang
-
Kecamatan Ranto Peureulak: 1 orang
-
Kecamatan Banda Alam: 1 orang
-
Kecamatan Idi Tunong: 1 orang
Jumlah korban diperkirakan masih bisa bertambah karena masih banyak wilayah yang belum dapat dijangkau tim penyelamat.
Baca Juga: Banjir Medan Rendam 19 Kecamatan, Ribuan Rumah Terendam dan Rumah Dinas Bobby Ikut Kebanjiran
Dua wilayah yang paling parah, Kecamatan Peunaron dan Serbajadi, hingga kini belum bisa diakses akibat longsor yang menutup jalan dengan material setinggi dua meter dan sepanjang 100 meter.
Bupati Minta Bantuan Helikopter
Dalam kondisi darurat ini, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky sudah meminta bantuan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto agar penyaluran logistik dapat dilakukan melalui jalur udara.
“Bapak Bupati minta ke Bapak Presiden agar bantuan sembako dibawa dengan helikopter, karena jalan darat tidak tembus ke Aceh Timur dan stok logistik habis,” ujar Cek Mad.
Baca Juga: McLaren Perkasa! Piastri dan Norris Naik Podium di Sprint F1 Qatar 2025
Warga berharap bantuan dapat segera dikirimkan karena persediaan makanan menipis dan kondisi semakin kritis. Banjir kali ini disebut sebagai salah satu yang terparah dalam 10 tahun terakhir di Aceh Timur.
Editor : Ubaidillah