News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Banjir Aceh Timur Meluas: Puluhan Ribu Warga Terjebak, Jalan Putus dan Stok Pangan Habis

Ubaidillah • Senin, 1 Desember 2025 | 13:30 WIB
Kondisi terkini banjir di Aceh Timur. Bantuan logistik sulit masuk karena jalan terputus banjir 2 meter. (Dok MUHAMMAD )
Kondisi terkini banjir di Aceh Timur. Bantuan logistik sulit masuk karena jalan terputus banjir 2 meter. (Dok MUHAMMAD )

Radarbangkalan.id - Banjir besar yang melanda Aceh Timur sejak Selasa (25/11/2025) membuat puluhan ribu warga terjebak tanpa akses keluar.

Sebanyak 14 kecamatan mengalami kondisi terparah, termasuk Serbajadi, Peunaron, Ranto Peureulak, Indra Makmu, Pante Bidari, Birem Bayeun, Peureulak, Peureulak Barat, Banda Alam, Idi Timur, Peureulak Timur, Madat, Simpang Ulim, dan Sungai Raya.

Baca Juga: Banjir Aceh Timur 2 Meter Lebih, Warga Terjebak Tanpa Akses dan Mulai Kelaparan

Warga yang terisolir terpaksa mengungsi ke area perbukitan karena ketinggian air terus meningkat. Jalan utama terputus, listrik padam, dan jaringan komunikasi hilang hampir sepenuhnya.

Menurut kesaksian warga setempat, “Kami di Aceh Timur mulai kelaparan. Akses jalan putus. Sinyal hp hilang, listrik padam, kami terkurung karena ketinggian air sejak hari Selasa, 2 meter lebih,” ujar Muhammad bin Ishak atau Cek Mad melalui pesan WhatsApp yang diterima Kompas.com, Minggu (30/11/2025).

Ia mengungkapkan bahwa pesan tersebut hanya dapat dikirim menggunakan sinyal darurat. “Saat ini saya dapat sinyal darurat di pendopo bupati, mungkin hanya sesaat,” ujarnya.

Baca Juga: Banjir Aceh Timur 2 Meter Lebih, Warga Terjebak Tanpa Akses dan Mulai Kelaparan

Korban Jiwa Terus Bertambah

Cek Mad menyebut banjir di wilayahnya telah menelan sedikitnya 8 korban meninggal dunia, dengan rincian:

  1. Kecamatan Peunaron: 1 orang

  2. Kecamatan Peureulak Barat: 2 orang

  3. Kecamatan Peudawa: 2 orang

  4. Kecamatan Ranto Peureulak: 1 orang

  5. Kecamatan Banda Alam: 1 orang

  6. Kecamatan Idi Tunong: 1 orang

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah, mengingat sejumlah wilayah belum dapat dijangkau tim penyelamat.

Kecamatan Peunaron dan Serbajadi bahkan masih terputus total karena longsor yang menutup jalan dengan material setinggi dua meter sepanjang sekitar 100 meter.

Baca Juga: Banjir Aceh Timur 2 Meter Lebih, Warga Terjebak Tanpa Akses dan Mulai Kelaparan

Bupati Minta Bantuan Helikopter

Cek Mad menjelaskan bahwa Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky telah meminta bantuan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto agar bantuan logistik bisa dikirim melalui udara.

“Bapak Bupati minta ke Bapak Presiden agar bantuan sembako dibawa dengan helikopter, karena jalan darat tidak tembus ke Aceh Timur dan stok logistik habis,” tuturnya.

Warga berharap langkah ini segera direalisasikan mengingat stok pangan telah menipis dan akses darat tidak dapat dilalui.

Banjir kali ini disebut sebagai salah satu yang terparah dalam satu dekade terakhir di Aceh Timur.

Bupati Minta Beras ke Bulog Karena Warga Mulai Kelaparan

Surat permohonan bantuan beras dari Bupati Aceh Timur kepada Bulog viral di media sosial. Surat tersebut menunjukkan kondisi darurat, di mana masyarakat mulai mengalami kelaparan akibat terisolasi selama lebih dari empat hari.

Baca Juga: Banjir Medan Rendam 19 Kecamatan, Ribuan Rumah Terendam dan Rumah Dinas Bobby Ikut Kebanjiran

Pemerintah Aceh menyatakan bahwa proses percepatan evakuasi, pembukaan akses jalan, dan distribusi bantuan logistik kini menjadi prioritas.

Namun stok beras di tingkat warga dan pasar lokal sudah habis total, memicu kekhawatiran akan terjadinya krisis pangan besar-besaran.

Editor : Ubaidillah
#banjir aceh #banjir sumatera #bantuan logistik #kelaparan #banjir Aceh Timur #Korban banjir Aceh