Radarbangkalan.id - Banjir besar yang melanda Aceh Timur sejak Selasa (25/11/2025) membuat puluhan ribu warga terjebak tanpa akses keluar.
Sebanyak 14 kecamatan mengalami kondisi terparah, termasuk Serbajadi, Peunaron, Ranto Peureulak, Indra Makmu, Pante Bidari, Birem Bayeun, Peureulak, Peureulak Barat, Banda Alam, Idi Timur, Peureulak Timur, Madat, Simpang Ulim, dan Sungai Raya.
Baca Juga: Banjir Aceh Timur 2 Meter Lebih, Warga Terjebak Tanpa Akses dan Mulai Kelaparan
Warga yang terisolir terpaksa mengungsi ke area perbukitan karena ketinggian air terus meningkat. Jalan utama terputus, listrik padam, dan jaringan komunikasi hilang hampir sepenuhnya.
Menurut kesaksian warga setempat, “Kami di Aceh Timur mulai kelaparan. Akses jalan putus. Sinyal hp hilang, listrik padam, kami terkurung karena ketinggian air sejak hari Selasa, 2 meter lebih,” ujar Muhammad bin Ishak atau Cek Mad melalui pesan WhatsApp yang diterima Kompas.com, Minggu (30/11/2025).
Ia mengungkapkan bahwa pesan tersebut hanya dapat dikirim menggunakan sinyal darurat. “Saat ini saya dapat sinyal darurat di pendopo bupati, mungkin hanya sesaat,” ujarnya.
Baca Juga: Banjir Aceh Timur 2 Meter Lebih, Warga Terjebak Tanpa Akses dan Mulai Kelaparan
Korban Jiwa Terus Bertambah
Cek Mad menyebut banjir di wilayahnya telah menelan sedikitnya 8 korban meninggal dunia, dengan rincian:
-
Kecamatan Peunaron: 1 orang
-
Kecamatan Peureulak Barat: 2 orang
-
Kecamatan Peudawa: 2 orang
-
Kecamatan Ranto Peureulak: 1 orang
-
Kecamatan Banda Alam: 1 orang
-
Kecamatan Idi Tunong: 1 orang
Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah, mengingat sejumlah wilayah belum dapat dijangkau tim penyelamat.
Kecamatan Peunaron dan Serbajadi bahkan masih terputus total karena longsor yang menutup jalan dengan material setinggi dua meter sepanjang sekitar 100 meter.
Baca Juga: Banjir Aceh Timur 2 Meter Lebih, Warga Terjebak Tanpa Akses dan Mulai Kelaparan
Bupati Minta Bantuan Helikopter
Cek Mad menjelaskan bahwa Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky telah meminta bantuan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto agar bantuan logistik bisa dikirim melalui udara.
“Bapak Bupati minta ke Bapak Presiden agar bantuan sembako dibawa dengan helikopter, karena jalan darat tidak tembus ke Aceh Timur dan stok logistik habis,” tuturnya.
Warga berharap langkah ini segera direalisasikan mengingat stok pangan telah menipis dan akses darat tidak dapat dilalui.
Banjir kali ini disebut sebagai salah satu yang terparah dalam satu dekade terakhir di Aceh Timur.
Bupati Minta Beras ke Bulog Karena Warga Mulai Kelaparan
Surat permohonan bantuan beras dari Bupati Aceh Timur kepada Bulog viral di media sosial. Surat tersebut menunjukkan kondisi darurat, di mana masyarakat mulai mengalami kelaparan akibat terisolasi selama lebih dari empat hari.
Baca Juga: Banjir Medan Rendam 19 Kecamatan, Ribuan Rumah Terendam dan Rumah Dinas Bobby Ikut Kebanjiran
Pemerintah Aceh menyatakan bahwa proses percepatan evakuasi, pembukaan akses jalan, dan distribusi bantuan logistik kini menjadi prioritas.
Namun stok beras di tingkat warga dan pasar lokal sudah habis total, memicu kekhawatiran akan terjadinya krisis pangan besar-besaran.
Editor : Ubaidillah