News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Aceh Timur Nyaris Kolaps Usai Banjir Besar: 24 Kecamatan Lumpuh, Bupati Menangis Minta Bantuan Presiden

Ubaidillah • Senin, 1 Desember 2025 | 13:35 WIB
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky mengusap air matanya saat rapat membahas langkah penanganan darurat bencana alam di Aceh Timur, Sabtu (29/11/2025). (Serambinews)
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky mengusap air matanya saat rapat membahas langkah penanganan darurat bencana alam di Aceh Timur, Sabtu (29/11/2025). (Serambinews)

Radarbangkalan.id - Kabupaten Aceh Timur berada di ambang kolaps setelah rusak parah akibat banjir besar dan tanah longsor yang menghantam wilayah tersebut sejak akhir November 2025.

Pelayanan publik lumpuh total, kantor pemerintahan tutup, listrik padam, jaringan komunikasi mati, serta akses transportasi terputus sehingga distribusi logistik gagal dilakukan.

Baca Juga: Banjir Aceh Timur 2 Meter Lebih, Warga Terjebak Tanpa Akses dan Mulai Kelaparan

Keuangan daerah tidak mampu lagi membiayai layanan dasar maupun kebutuhan darurat bencana.

Pemerintah kabupaten kesulitan menjalankan koordinasi penanganan karena seluruh sistem terhenti.

Jumlah korban jiwa belum dapat dipastikan, namun perkiraan awal menyebut angkanya mencapai puluhan orang.

Kondisi Aceh Timur baru benar-benar terungkap pada Sabtu (29/11/2025), setelah Pemkab menyewa perangkat Starlink untuk memperoleh akses komunikasi.

Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky menggambarkan situasi Aceh Timur sebagai sangat parah dan nyaris kolaps.

Baca Juga: Banjir Aceh Timur 2 Meter Lebih, Warga Terjebak Tanpa Akses dan Mulai Kelaparan

Dalam suasana darurat yang mencekam, Al-Farlaky tak kuasa menahan tangis saat memohon bantuan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Dalam sebuah video rapat bersama Forkopimkab, ia tampak beberapa kali mengusap air mata.

"Kita harus terus bergerak meski dengan segala keterbatasan yang ada. Kita harus bergerak," kata Al-Farlaky.

Ada Desa yang Hilang Dihantam Banjir Bandang

Saat menghubungi wartawan Serambinews.com, Al-Farlaky mengatakan seluruh wilayah Aceh Timur yang terdiri atas 24 kecamatan terdampak banjir.

Beberapa di antaranya mengalami kerusakan terparah, seperti Kecamatan Simpang Jernih dan Kecamatan Serbajadi yang dihantam banjir bandang.

Ia mengungkapkan kabar mengejutkan bahwa “di Kecamatan Serbajadi kita mendapat kabar ada tiga desa yang hilang dihantam banjir bandang,” namun hingga kini belum ada kepastian karena akses transportasi dan komunikasi terputus total.

Beberapa ruas jalan juga tertimbun longsor setinggi dua meter dengan panjang ratusan meter.

Baca Juga: McLaren Perkasa! Piastri dan Norris Naik Podium di Sprint F1 Qatar 2025

Hingga saat ini, banyak wilayah belum bisa dijangkau sehingga gambaran utuh dampak kerusakan belum dapat diperoleh. Al-Farlaky menggambarkan kondisi banjir ini mirip bencana tsunami Aceh 2004: jalan rusak parah, aspal terkelupas, dan arus air berputar dengan sangat kuat.

Logistik Menipis, Rumah Sakit Lumpuh, Warga Terancam Kelaparan

Akses jalan nasional Banda Aceh–Medan belum bisa ditembus baik dari utara maupun selatan. Sementara itu, persediaan logistik warga menipis drastis. Al-Farlaky bahkan mengaku menggunakan uang pribadinya untuk membantu masyarakat.

"Bantuan belum ada satu pun, baik dari pusat maupun provinsi, karena akses jalan tidak bisa ditembus," ujarnya.

Ia juga mendengar bahwa bantuan logistik yang diangkut menggunakan kapal perang telah berangkat dari Belawan. “Semoga bisa segera tiba,” harapnya.

Bupati memperingatkan bahwa jika bantuan tidak tiba dalam dua hari, kemungkinan akan ada warga meninggal kelaparan.

Baca Juga: Banjir Medan Rendam 19 Kecamatan, Ribuan Rumah Terendam dan Rumah Dinas Bobby Ikut Kebanjiran

Kondisi rumah sakit yang lumpuh, alat medis rusak, dan tenaga kesehatan terbatas makin memperburuk situasi.
"Jadi jangan dianggap bencana di Aceh Timur ini sepele," tegasnya.

Korban Jiwa Diduga Puluhan, Komunikasi Terputus Empat Hari

Terkait jumlah korban jiwa, Al-Farlaky memperkirakan angkanya mencapai puluhan jiwa, namun belum dapat dipastikan karena terputusnya komunikasi dan akses lapangan.

"Saya baru bisa berkomunikasi sejak Sabtu setelah kita pasang Starlink. Kita sewa 10 juta selama 10 hari," ujarnya.

Ia menutup dengan permohonan mendesak kepada Presiden RI agar segera mengirim bantuan logistik dan tenaga penyelamat melalui jalur udara.

"Kita mohon bantu kami. Sekarang kami berjuang sendiri, dibantu TNI dan Polri lokal," kata Al-Farlaky memelas.

Baca Juga: Persib Bungkam Madura United 4-1, Raih Lima Kemenangan Beruntun di Super League

Editor : Ubaidillah
#banjir aceh #banjir sumatera #bantuan logistik #kelaparan #Bupati Aceh Timur #banjir Aceh Timur #Korban banjir Aceh