Radarbangkalan.id - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka resmi ditugaskan Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin delegasi Indonesia pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Afrika Selatan. Penugasan ini diberikan meski waktu persiapannya kurang dari sepekan.
Gibran menjelaskan bahwa mandat keberangkatan ke Afrika Selatan baru diterimanya empat hari sebelum jadwal berangkat.
“Penugasan resminya itu Senin malam, saya berangkat Jumat pagi,” ujarnya dalam wawancara eksklusif bersama Pemimpin Redaksi SCTV, Retno Pinasti, Selasa (2/11/2025).
Baca Juga: Desain Karakter GTA 6 Bocor Lagi, Publik Yakin Jason dan Lucia Jadi Tokoh Utama
Sebagai wakil presiden, Gibran menegaskan dirinya harus selalu siap menjalankan amanah negara kapan pun dibutuhkan.
Dalam waktu singkat itu, ia memastikan koordinasi dengan sejumlah kementerian tetap berjalan untuk mematangkan sikap resmi Indonesia di forum internasional tersebut.
“Masih ada waktu berkoordinasi dengan kementerian terkait—Kemenlu, Menko Perekonomian, Pak Seskab, Pak Mensesneg,” jelasnya.
Alasan Presiden Prabowo Tidak Hadir di KTT G20
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak dapat menghadiri KTT G20 karena pada waktu yang sama terdapat agenda kenegaraan penting di dalam negeri.
“Jadwal KTT G20 di Afrika Selatan bertepatan dengan beberapa agenda Presiden di Tanah Air,” kata Teddy.
Baca Juga: Luapan Sungai Rejoso Picu Banjir 8 Desa di Pasuruan, Ketinggian Air Capai 1 Meter
Dengan ketidakhadiran tersebut, delegasi Indonesia dipimpin langsung oleh Wapres Gibran. Selain itu, Presiden Prabowo juga menugaskan Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Lodewijk Freidrich Paulus sebagai utusan khusus untuk menyerahkan surat resmi permohonan tidak hadir kepada Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa.
Indonesia Tegaskan Sikap Global South
Dalam pidatonya di forum G20, Gibran menegaskan posisi Indonesia dalam dinamika ekonomi global, khususnya terkait prinsip kedaulatan ekonomi tiap negara.
“Kita pertegas posisi Global South di tatanan ekonomi global. Setiap negara berhak menentukan arah ekonominya sendiri. Kerja sama tidak boleh mendikte atau menciptakan ketergantungan,” ujarnya.
Baca Juga: Rizky Ridho Berpeluang Kalahkan Rekor Messi di FIFA Puskas Award 2025
Gibran turut memaparkan sejumlah program prioritas Indonesia, seperti hilirisasi industri, program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta inklusi keuangan melalui sistem pembayaran QRIS. Menurutnya, hilirisasi tidak hanya terbatas pada sektor pertambangan, tetapi juga pertanian, maritim, dan industri digital.
Mengenai inklusi keuangan, Gibran menilai QRIS sangat memudahkan pelaku UMKM.
Baca Juga: Cara Mengaktifkan Internet Gratis Starlink bagi Warga Terdampak Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar
“Sistem pembayaran yang inklusif, simple, low cost itu penting untuk UMKM yang sebagian besar tidak bankable,” katanya.
Terkait program MBG, ia menyebut banyak negara terkejut dengan cakupan besar yang ditargetkan Indonesia.
“Kita targetnya 80 juta murid dan ibu hamil. Itu orang-orang kaget. Wah, Indonesia mampu ini? Mampu,” tegasnya.
Gibran berangkat menuju Afrika Selatan sebagai kepala delegasi Indonesia melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma pada Jumat (21/11/2025) pukul 09.30 WIB.
Editor : Ubaidillah