Radarbangkalan.id – Polemik di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akhirnya ditindaklanjuti lewat pertemuan para masyayikh di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Sabtu (6/12/2025).
Forum ini disebut menjadi momentum penting untuk meredakan konflik internal yang mencuat sejak Muktamar ke-34 NU di Lampung.
Dalam pertemuan tersebut, para sesepuh NU menekankan perlunya menghentikan pernyataan-pernyataan di media yang berpotensi merusak marwah jam’iyyah.
Forum juga menyinggung isu serius seperti penyusupan pihak asing yang dinilai meruntuhkan kepercayaan umat.
Para masyayikh meminta agar Rais Aam KH Miftahul Akhyar bersama tokoh senior NU segera membentuk Komite Penyelamat NU.
Komite ini nantinya berisi pejabat PWNU dan PCNU yang dinilai berintegritas untuk bertugas sebagai pengurus sementara PBNU.
Mandat utama komite tersebut adalah menyiapkan Muktamar percepatan atau Muktamar Luar Biasa (MLB) sesuai mekanisme organisasi.
Langkah ini diyakini bisa menjadi jalan keluar dari kebuntuan kepengurusan sekaligus mengembalikan kepercayaan warga Nahdliyyin.
Editor : Yusron Hidayatullah