News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Prabowo Sindir Bupati Aceh Selatan Umrah Saat Banjir, Minta Mendagri Proses Pencopotan

Ubaidillah • Senin, 8 Desember 2025 | 13:43 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat menutup rapat terbatas penanganan bencana Sumatera di Banda Aceh, Minggu (7/12/2025). (Tangkapan layar Kanal YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto saat menutup rapat terbatas penanganan bencana Sumatera di Banda Aceh, Minggu (7/12/2025). (Tangkapan layar Kanal YouTube Sekretariat Presiden)

Radarbangkalan.id - Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menegur keras Bupati Aceh Selatan Mirwan MS karena berangkat umrah bersama keluarga di tengah bencana banjir bandang dan longsor di wilayahnya.

Sindiran tersebut disampaikan dalam rapat penanganan bencana di Banda Aceh, Minggu (7/12/2025), setelah Prabowo menilai Mirwan tidak berada di garis depan ketika rakyat membutuhkan.

Baca Juga: Bupati Aceh Selatan Umrah Saat Banjir, Prabowo Geram dan Minta Mendagri Proses Pencopotan

Pada awal rapat, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala daerah yang hadir. Ia menegaskan bahwa jabatan bupati mengharuskan kesiapsiagaan penuh dalam kondisi darurat.

“Terima kasih, hadir semua bupati? Terima kasih ya para bupati. Kalian yang terus berjuang untuk rakyat. Memang kalian dipilih untuk menghadapi kesulitan,” ujar Prabowo dikutip dari Tribunnews.

Namun, tidak lama kemudian, Prabowo menyinggung kepala daerah yang meninggalkan wilayahnya saat terjadi keadaan darurat.

“Kalau ada yang mau lari, lari saja enggak apa-apa… hehe. Copot. Mendagri bisa ya diproses ini?” katanya. Mendagri Tito Karnavian kemudian merespons singkat, “Bisa, Pak.”

Prabowo menegaskan bahwa tindakan meninggalkan tugas di tengah kedaruratan adalah pelanggaran serius.

Baca Juga: Bupati Aceh Selatan Umrah Saat Banjir, Prabowo Geram dan Minta Mendagri Proses Pencopotan

“Itu kalau tentara namanya desersi. Dalam keadaan bahaya, meninggalkan anak buah, waduh… itu enggak bisa. Saya enggak mau tanya partai mana. Sudah kau pecat?” tambahnya.

Kemendagri: Mendagri Telepon, Suruh Mirwan Pulang

Di Jakarta, Kemendagri memastikan telah meminta penjelasan resmi dari Mirwan. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Benni Irwan menyebut Mendagri Tito Karnavian langsung menghubungi Mirwan untuk meminta klarifikasi dan memintanya segera kembali ke Aceh.

Benni menyebutkan bahwa Mirwan berangkat umrah tanpa izin Gubernur Aceh dan tanpa izin Mendagri.

“Yang bersangkutan mengaku tidak ada izin gubernur maupun Mendagri untuk umrah dan akan pulang besok,” ujarnya.

Baca Juga: Menikah dengan Adli, Amanda Zahra Curi Perhatian Lewat Look Kebaya Modern Bernuansa Tradisional

Ia menegaskan bahwa kepala daerah wajib hadir saat wilayahnya berada dalam status tanggap darurat.

“Kabupaten Aceh Selatan adalah salah satu wilayah di Provinsi Aceh yang terdampak bencana alam banjir dan tanah longsor,” kata Benni.

Baca Juga: Desa Sekumur Hilang Diterjang Banjir Bandang Aceh Tamiang, Hanya Masjid yang Tersisa

Tim Inspektorat Jenderal Kemendagri juga telah ditugaskan untuk memeriksa Mirwan setibanya di Indonesia.

Gubernur Aceh: Izin Tidak Pernah Diberikan

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), juga memastikan bahwa ia tidak menandatangani izin perjalanan luar negeri untuk Mirwan.

“Tidak saya teken (surat izin). Untuk sementara waktu jangan pergi. Kalau dia pergi juga terserah sama Mendagri nanti sanksinya apa,” ujarnya.

Juru Bicara Pemerintah Aceh Muhammad MTA menjelaskan bahwa permohonan izin Mirwan diajukan pada 24 November 2025, tetapi ditolak karena Aceh masih berada dalam status Darurat Bencana Hidrometeorologi.

“Atas dasar pertimbangan yang paling krusial, bahwa Aceh sedang dilanda bencana alam… maka permohonan tersebut tidak dapat dikabulkan,” ujarnya.

Pemkab Aceh Selatan: Terjadi Miskomunikasi

Plt Sekda Aceh Selatan, Diva Samudra Putra, menjelaskan bahwa surat penolakan izin baru diterima Pemkab pada 2 Desember 2025, ketika Mirwan sudah berada di Mekah.

Baca Juga: Presiden Prabowo Terbang ke Aceh, Pastikan Penanganan Banjir Jadi Prioritas Nasional

“Surat dari Gubernur Aceh baru kami terima tanggal 2 Desember. Pada saat itu Bupati sudah berada di Tanah Suci… Inilah yang menyebabkan miskomunikasi,” katanya.

Ia memastikan operasional penanganan banjir tetap berjalan normal melalui OPD terkait dan posko utama.

Penjelasan Mirwan: Situasi Terkendali Sebelum Berangkat

Dalam pernyataan tertulis pada Jumat (5/12/2025), Mirwan MS mengaku telah mengecek kondisi banjir sebelum berangkat.

“Sebelum saya berangkat, saya sudah turun langsung mengecek kondisi masyarakat terdampak banjir dan memastikan seluruh OPD bekerja sesuai alur komando,” ujarnya.

Mirwan menyebut keberangkatan dilakukan karena ia ingin menunaikan nazar. “Situasi saat itu terkendali sehingga saya dapat menunaikan nazar saya untuk melaksanakan umrah,” katanya.

Ia juga mengaku baru mengetahui penolakan izin saat berada di Tanah Suci karena kendala jaringan.

Baca Juga: Viral! Mobil Panther di Aceh Tetap Menyala Setelah 10 Jam Terendam Banjir

“Informasi dari daerah terlambat diterima karena jaringan telekomunikasi dan listrik sempat padam. Inilah yang menyebabkan adanya miskomunikasi,” tambahnya.

Mirwan memastikan ia akan kembali ke Aceh pada Minggu (7/12/2025).

Gerindra Copot Mirwan dari Jabatan Ketua DPC

Partai Gerindra akhirnya merespons tegas dengan memberhentikan Mirwan dari jabatan Ketua DPC Aceh Selatan.

“Oleh karena itu DPP Gerindra memutuskan untuk memberhentikan yang bersangkutan sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan,” ujar Sekjen DPP Gerindra, Sugiono.

Baca Juga: Bupati Aceh Selatan Umrah Saat Banjir, Prabowo Geram dan Minta Mendagri Proses Pencopotan

Sugiono menyayangkan sikap Mirwan yang meninggalkan masyarakatnya di tengah bencana. “Sangat disayangkan sikap dan kepemimpinan yang bersangkutan,” katanya.

Editor : Ubaidillah
#Prabowo Subianto #banjir aceh #bupati aceh selatan mirwan #banjir sumatera #gubernur aceh #mendagri #prabowo sindir bupati aceh selatan #bupati aceh selatan umrah