Radarbangkalan.id - Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz menyampaikan bahwa sebanyak 10 saksi telah diperiksa terkait insiden sopir mobil pengangkut MBG (Makan Bergizi Gratis) yang menabrak siswa dan guru di SDN Kalibaru 01 Pagi.
Ia menegaskan kasus ini sudah masuk ke tahap penyidikan. "(Sebanyak) 10 orang saksi yang sudah diperiksa. Kemudian saat ini statusnya naik penyidikan," kata Erick, Jumat (12/12/2025).
Baca Juga: Kondisi Terbaru Lillo, Siswa SD Korban Tabrakan Mobil MBG: 18 Gigi Copot dan Jalani Perawatan PICU
Erick menyebutkan bahwa hari ini Polres Jakarta Utara berencana menggelar konferensi pers untuk memaparkan hasil olah tempat kejadian perkara. Ia juga membuka kemungkinan penyampaian status terlapor kepada publik.
"Akan kami sampaikan hasil dari olah TKP, hasil pemeriksaan saksi, kemudian mungkin penetapan status kepada terlapor juga. Naik penyidikan karena masih pendalaman terhadap barang bukti, para saksi, menentukan alat buktinya dan petunjuk," ucapnya.
Baca Juga: Kondisi Terbaru Lillo, Siswa SD Korban Tabrakan Mobil MBG: 18 Gigi Copot dan Jalani Perawatan PICU
Selain itu, Polres Jakut akan memberikan pendampingan trauma healing kepada para korban. Erick mengungkapkan bahwa kegiatan belajar di SDN Kalibaru 01 Pagi diliburkan pascakejadian. "Mau trauma healing dulu ke korban-korban yang terdampak ya. Libur (sekolah)," katanya.
Kapolres Metro Jakarta Utara juga mengatakan jumlah korban akibat mobil pengangkut menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak siswa dan guru kembali bertambah.
Total korban kini mencapai 22 orang yang dirawat di RSUD Koja dan RSUD Cilincing. "Adapun sampai saat ini total yang dirawat atau yang mendapat perawatan 22 orang, 10 orang sudah rawat jalan," ujar Erick.
Baca Juga: Update Kasus Kalibata: Satu Tewas, Satu Kritis, Polisi Buru Pelaku Ganda
Editor : Ubaidillah