News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Bolehkah Puasa Rajab Sekaligus Qadha Ramadan? Ini Niat dan Penjelasannya

Ubaidillah • Minggu, 21 Desember 2025 | 18:09 WIB
Ilustrasi puasa Rajab (Foto: Getty Images/sarath maroli)
Ilustrasi puasa Rajab (Foto: Getty Images/sarath maroli)

Radarbangkalan.id - Bulan Rajab termasuk salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Pada bulan ini, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. Salah satu amalan yang sering dilakukan adalah puasa sunnah Rajab.

Bagi umat Islam yang masih memiliki tanggungan puasa qadha Ramadan, bulan Rajab juga dapat dimanfaatkan untuk menunaikan kewajiban tersebut.

Baca Juga: Hasil Futsal SEA Games 2025: Indonesia Kalahkan Malaysia 2-1

Dengan demikian, puasa qadha Ramadan dapat dilaksanakan bersamaan dengan puasa sunnah Rajab sehingga waktu ibadah menjadi lebih efektif dan bernilai pahala.

Menggabungkan puasa Rajab dan qadha Ramadan tentu memerlukan pemahaman yang benar, terutama terkait niat puasa.

Niat menjadi syarat sah puasa dan harus dilakukan dengan penuh keikhlasan karena Allah SWT. Berikut panduan niat puasa Rajab yang digabung dengan qadha Ramadan.

Baca Juga: Thailand Putus Dominasi Indonesia, Voli Putra Merah Putih Raih Perak SEA Games 2025

Niat Puasa Rajab Digabung dengan Qadha Ramadan
Sebelum menjalankan puasa, seorang Muslim wajib meniatkan ibadahnya dengan sungguh-sungguh. Niat tersebut menegaskan tujuan puasa yang dilakukan semata-mata untuk Allah SWT.

Dikutip dari laman Baznas, berikut ini adalah niat puasa Rajab sekaligus puasa qadha Ramadan.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ مَعَ سُنَّةِ رَجَبٍ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghodin 'an qadha'i fardhi Ramadhana ma'a sunnati Rajabi lillahi ta'ala

Artinya: "Saya niat puasa esok hari untuk mengqadha puasa Ramadan sekaligus puasa sunnah Rajab karena Allah Ta'ala."

Dalam bacaan niat tersebut terdapat dua maksud, yakni menjalankan puasa wajib qadha Ramadan dan puasa sunnah Rajab secara bersamaan.

Baca Juga: April Tersingkir di Top 3 Dangdut Academy 7, Ini Fakta Sistem Virtual Gift DA7

Dengan satu niat, seorang Muslim dapat menunaikan kewajiban sekaligus berharap memperoleh keutamaan ibadah sunnah.

Pelaksanaan puasa Rajab yang digabung dengan qadha Ramadan dilakukan sebagaimana puasa pada umumnya. Puasa dimulai sejak terbit fajar atau waktu subuh hingga berbuka pada saat maghrib.

Baca Juga: Thailand Putus Dominasi Indonesia, Voli Putra Merah Putih Raih Perak SEA Games 2025

Selama berpuasa, seorang Muslim wajib menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, dan hubungan suami istri.

Selain itu, menjaga lisan, sikap, dan perbuatan agar tetap baik sangat dianjurkan agar puasa bernilai ibadah dan diterima oleh Allah SWT.

Keutamaan Puasa Rajab
Puasa Rajab memiliki keutamaan tersendiri. Dalam buku Dahsyatnya Puasa Wajib & Sunah Rekomendasi Rasulullah karya Amirulloh Syarbini disebutkan bahwa Rasulullah SAW menjelaskan keistimewaan puasa di bulan Rajab melalui sabdanya.

"Sesungguhnya di surga ada suatu sungai yang bernama Rajab. Warnanya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis daripada madu.

Barang siapa berpuasa satu hari pada bulan Rajab, akan diberi minum oleh Allah dari sungai itu." (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca Juga: Thailand Putus Dominasi Indonesia, Voli Putra Merah Putih Raih Perak SEA Games 2025

Hadis tersebut menunjukkan besarnya keutamaan puasa Rajab bagi siapa saja yang mengamalkannya dengan penuh keimanan dan keikhlasan.

Hukum Menggabungkan Puasa Rajab dan Qadha Ramadan
Dalam buku Ensiklopedia Islam karya Makmur Dongoran dijelaskan bahwa istilah at-tasyrik merujuk pada penggabungan puasa wajib, seperti qadha, kafarat, atau nazar, dengan puasa sunnah seperti puasa Rajab.

Masalah menggabungkan puasa qadha Ramadan dengan puasa sunnah Rajab memang menjadi perbincangan di kalangan ulama fikih dan menimbulkan perbedaan pendapat.

Pendapat pertama membolehkan penggabungan puasa qadha Ramadan dengan puasa sunnah Rajab.

Baca Juga: April Tersingkir di Top 3 Dangdut Academy 7, Ini Fakta Sistem Virtual Gift DA7

Pendapat ini dianut oleh sebagian ulama Syafi'iyah dan juga difatwakan oleh Lembaga Fatwa Mesir.

Imam as-Suyuti dalam al-asybah wa an-nadzāir menyebutkan bahwa seseorang yang berpuasa qadha, nazar, atau kaffarah sekaligus berniat puasa sunnah tetap mendapatkan pahala wajib dan pahala sunnah.

Baca Juga: Valen Unggul Sementara atas Tasya di Grand Final 1 Dangdut Academy 7 Virtual Gift

Imam Ar-Ramlī as-Syafi'i dalam nihāyatul muhtāj juga berpendapat bahwa mengqadha puasa di bulan Syawal atau pada hari Asyura’ sambil meniatkan puasa sunnah tetap memperoleh pahala sunnahnya.

Meski begitu, mereka menegaskan bahwa memisahkan puasa wajib dan sunnah dinilai lebih utama.

Pendapat kedua menyatakan bahwa penggabungan niat puasa wajib dan sunnah tidak diperbolehkan.

Pendapat ini dipegang oleh Syaikh bin Baz, Syaikh Dr. Abdurrahman Ali Al-Askar, dan Syaikh Dr. Muhammad bin Hassan.

Mereka berpendapat bahwa apabila niat qadha Ramadan digabung dengan puasa sunnah, maka yang sah hanya niat puasa qadha, sedangkan niat puasa sunnah tidak dianggap berlaku.

Baca Juga: Valen Unggul Sementara atas Tasya di Grand Final 1 Dangdut Academy 7 Virtual Gift

Dengan demikian, ketika niat puasa fardhu digabungkan dengan niat puasa sunnah, yang dihukumi sah hanyalah puasa wajibnya saja.

Oleh karena itu, meskipun puasa qadha Ramadan dapat dilakukan di bulan Rajab, niat puasa qadha sebaiknya tetap diutamakan agar kewajiban dapat tertunaikan dengan sempurna.

Wallahu a'lam.

Editor : Ubaidillah
#puasa #rajab #puasa sunnah #Bulan Rajab