Radarbangkalan.id - Bulan Rajab merupakan salah satu bulan istimewa dalam kalender Hijriah yang memiliki keutamaan tersendiri bagi umat Islam.
Pada bulan ini, umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ibadah sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah, 1 Rajab 1447 H bertepatan dengan Minggu, 21 Desember 2025.
Baca Juga: Bolehkah Puasa Rajab Sekaligus Qadha Ramadan? Ini Niat dan Penjelasannya
Momen ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk mulai mempersiapkan diri menyambut bulan-bulan mulia berikutnya hingga datangnya Ramadhan.
Rasulullah SAW mengajarkan umat Islam untuk membaca doa khusus ketika memasuki bulan Rajab sebagai bentuk harapan akan keberkahan dan umur yang dipanjangkan hingga Ramadhan.
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Allaahumma baariklanaa fii rajabawa syabaana, wa ballighnaa ramadhaana.
Artinya: "Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Syaban, dan sampaikan kami di bulan Ramadhan."
Baca Juga: Hasil Futsal SEA Games 2025: Indonesia Kalahkan Malaysia 2-1
Di bulan yang dimuliakan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, termasuk melaksanakan puasa sunnah. Rajab menjadi salah satu waktu yang baik untuk meningkatkan ketakwaan dan memperbanyak amalan sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.
Bagi umat Islam yang masih memiliki utang puasa Ramadhan, menggabungkan puasa Rajab dengan qadha Ramadhan menjadi pilihan yang banyak dilakukan.
Cara ini dinilai praktis dan tetap bernilai ibadah karena dapat menunaikan kewajiban sekaligus menjalankan amalan sunnah.
Mengutip laman BAZNAS, penggabungan niat antara puasa sunnah Rajab dan qadha Ramadhan diperbolehkan menurut mayoritas ulama, dengan syarat niat utama ditujukan untuk menunaikan qadha puasa Ramadhan. Dengan niat tersebut, seseorang diharapkan dapat memperoleh pahala dari kedua ibadah.
Baca Juga: Thailand Putus Dominasi Indonesia, Voli Putra Merah Putih Raih Perak SEA Games 2025
Sebagaimana dijelaskan dalam berbagai sumber, menggabungkan niat puasa Rajab dan qadha Ramadhan dapat dilaksanakan dalam satu waktu.
Meski demikian, sebagian ulama berpendapat bahwa memisahkan pelaksanaan puasa qadha Ramadhan dan puasa sunnah Rajab lebih utama agar keutamaan masing-masing ibadah dapat diraih secara maksimal.
Baca Juga: Bolehkah Puasa Rajab Sekaligus Qadha Ramadan? Ini Niat dan Penjelasannya
Oleh karena itu, bagi umat Islam yang memiliki waktu dan kemampuan lebih, dianjurkan untuk memisahkan kedua puasa tersebut.
Namun, bagi yang memilih menggabungkannya, hal itu tetap dinilai sah selama niat utama adalah qadha Ramadhan.
Keutamaan Puasa Rajab dan Qadha Ramadhan
Menggabungkan niat puasa Rajab dengan qadha Ramadhan memberikan sejumlah keutamaan yang dapat dirasakan oleh umat Islam.
Menunaikan kewajiban yang tertunda
Qadha Ramadhan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang meninggalkan puasa karena uzur tertentu.
Dengan melaksanakan qadha puasa di bulan Rajab, kewajiban yang tertunda dapat diselesaikan sebelum datangnya Ramadhan berikutnya.
Menunaikan kewajiban ini menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan merupakan prioritas utama dalam beribadah.
Meraih keutamaan puasa sunnah di bulan Rajab
Rajab termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam. Berpuasa di bulan ini memiliki nilai pahala dan keberkahan, meskipun tidak ada ketentuan khusus mengenai jumlah hari puasa Rajab.
Baca Juga: Thailand Putus Dominasi Indonesia, Voli Putra Merah Putih Raih Perak SEA Games 2025
Setiap amal kebaikan di bulan Rajab dianjurkan untuk diperbanyak sebagai bentuk penghormatan terhadap waktu yang mulia.
Mendekatkan diri kepada Allah SWT
Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, keikhlasan, dan pengendalian diri.
Melalui puasa Rajab dan qadha Ramadhan, seorang muslim diajak untuk meningkatkan ketakwaan serta memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Baca Juga: Hasil Grand Final 1 Dangdut Academy 7 Tadi Malam: Valen Pamekasan Ungguli Tasya Tangerang
Puasa juga menjadi sarana membersihkan hati, memperbanyak doa, dan memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu.
Persiapan menyambut Ramadhan
Menjalankan puasa di bulan Rajab dapat menjadi latihan fisik dan spiritual sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.
Baca Juga: Bolehkah Puasa Rajab Sekaligus Qadha Ramadan? Ini Niat dan Penjelasannya
Tubuh dan jiwa akan lebih siap menghadapi ibadah puasa wajib selama sebulan penuh. Kebiasaan berpuasa sejak Rajab juga membantu menumbuhkan semangat ibadah yang berkelanjutan hingga Ramadhan tiba.
Menghapus dosa dan meningkatkan amal saleh
Puasa merupakan salah satu amalan yang dapat menghapus dosa-dosa kecil. Melalui puasa Rajab dan qadha Ramadhan, umat Islam memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, meningkatkan amal saleh, serta memperbanyak kebaikan di bulan yang penuh keutamaan.
Momentum ini dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur’an, dan memperkuat niat dalam beribadah.
Puasa Rajab dan qadha Ramadhan memiliki banyak keutamaan, baik dari sisi kewajiban maupun sunnah.
Dengan melaksanakannya, umat Islam tidak hanya menyelesaikan tanggungan puasa Ramadhan, tetapi juga meraih keberkahan ibadah di bulan Rajab.
Menggabungkan kedua puasa tersebut dapat menjadi pilihan yang bijak selama niat utama tetap ditujukan untuk menunaikan qadha puasa Ramadhan.
Baca Juga: Panduan Lengkap Cek PIP 2025, Syarat Penerima dan Cara Pencairan Dana
Dengan persiapan sejak bulan Rajab, diharapkan umat Islam dapat menyambut bulan suci Ramadhan dengan lebih siap dan penuh ketakwaan.
Editor : Ubaidillah