Radarbangkalan.id - Berbuka puasa di bulan Rajab menjadi momen yang dinanti setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Selain menyiapkan hidangan, banyak umat Islam ingin memastikan doa berbuka yang dibaca sesuai dengan tuntunan.
Baca Juga: Bolehkah Puasa Rajab Sekaligus Qadha Ramadan? Ini Niat dan Penjelasannya
Puasa Rajab sendiri termasuk puasa sunnah yang banyak diamalkan. Oleh karena itu, muncul pertanyaan apakah doa berbuka puasa Rajab berbeda dengan Ramadhan atau justru sama seperti puasa sunnah lainnya.
Doa yang dibaca saat berbuka puasa di bulan Rajab pada dasarnya sama dengan doa berbuka puasa pada bulan Ramadhan maupun puasa sunnah lainnya.
Hal ini dijelaskan dalam Buku Induk Doa dan Zikir karya Kasimun serta 33 Pertanyaan Populer Seputar Puasa Ramadhan tulisan Ahmad Muhaisin B Syarbaini.
Baca Juga: Mengapa Hari Ibu Diperingati 22 Desember? Ini Sejarah dan Tokohnya
Dalam dua rujukan tersebut disebutkan bahwa Rasulullah SAW dan para sahabat membaca doa-doa tertentu ketika berbuka puasa. Doa-doa ini dinilai benar berdasarkan hadits dan dapat diamalkan oleh umat Islam.
Poin utama yang perlu dipahami adalah doa buka puasa Rajab sama dengan doa berbuka puasa sunnah dan Ramadhan, terdapat beberapa pilihan doa berbuka yang boleh diamalkan sesuai riwayat, serta mayoritas ulama menganjurkan doa berbuka dibaca setelah benar-benar berbuka.
Doa Buka Puasa Rajab
Berikut beberapa doa buka puasa yang dapat diamalkan saat berbuka puasa Rajab, lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya.
Baca Juga: Hasil Futsal SEA Games 2025: Indonesia Kalahkan Malaysia 2-1
Doa Buka Puasa 1
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Allāhumma laka ṣumtu, wa 'alā rizqika afṭartu.
Artinya:
"Ya Allah, hanya karena-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka."
Doa ini diriwayatkan oleh Mu'adz bin Zuhrah secara mursal dan tercantum dalam Sunan Abu Dawud serta kitab Ibnu Sinni.
Meski sanadnya mursal, doa ini memiliki penguat dari riwayat lain. Imam Abu Dawud tidak memberikan catatan kelemahan terhadap hadits ini, sehingga doa tersebut tetap dapat dijadikan hujjah dan layak diamalkan, khususnya dalam konteks fadhailul a'mal.
Doa Buka Puasa 2
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
Dzahabaz zhama'u, wabtallatil 'urūq, wa tsabatal ajru in syā'a Allāh.
Artinya:
"Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah."
Doa ini diriwayatkan dari Abdullah bin 'Umar RA dan tercantum dalam Sunan Abu Dawud serta Sunan an-Nasa'i.
Baca Juga: Bolehkah Puasa Rajab Sekaligus Qadha Ramadan? Ini Niat dan Penjelasannya
Hadits ini dinilai hasan dan sering dijadikan rujukan utama dalam doa berbuka puasa, terutama saat berbuka dengan air.
Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam Fath Al-Mu'in menyebutkan bahwa doa ini disunnahkan dan boleh digabung dengan doa "Allahumma laka sumtu".
Doa Buka Puasa 3
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَعَانَنِي فَصُمْتُ، وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ
Al-ḥamdu lillāhil-ladzī a'ānani faṣumtu, wa razaqanī fa afṭartu.
Baca Juga: Thailand Putus Dominasi Indonesia, Voli Putra Merah Putih Raih Perak SEA Games 2025
Artinya:
"Segala puji bagi Allah yang telah menolongku hingga aku dapat berpuasa, dan telah memberiku rezeki hingga aku dapat berbuka."
Doa ini diriwayatkan dalam kitab Ibnu Sinni melalui jalur Mu'adz bin Zuhrah. Sanadnya dinilai mursal dan dhaif, namun maknanya dikuatkan oleh riwayat doa berbuka sebelumnya. Karena itu, doa ini tetap dapat diamalkan sebagai ungkapan rasa syukur.
Doa Buka Puasa 4
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا، إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Allāhumma laka ṣumnā, wa 'alā rizqika afṭarnā, fataqabbal minnā, innaka anta as-samī'ul-'alīm.
Artinya:
"Ya Allah, karena Engkaulah kami berpuasa, dan dengan rezeki-Mu kami berbuka, maka terimalah dari kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Baca Juga: April Tersingkir di Top 3 Dangdut Academy 7, Ini Fakta Sistem Virtual Gift DA7
Doa ini diriwayatkan dalam kitab Ibnu Sinni dari Ibnu Abbas RA. Meski sanadnya tergolong dhaif, bagian awalnya memiliki penguat dari riwayat lain.
Doa ini sering dibaca sebagai pelengkap doa berbuka karena memuat permohonan agar amal puasa diterima Allah SWT.
Doa Buka Puasa 5
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي
Allāhumma innī as'aluka bi-raḥmatika allatī wasi'at kulla syai'in an taghfira lī.
Artinya:
"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu melalui rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, agar Engkau mengampuniku."
Baca Juga: Valen Unggul Sementara atas Tasya di Grand Final 1 Dangdut Academy 7 Virtual Gift
Doa ini diriwayatkan dari Abdullah bin 'Amr RA sebagaimana diceritakan oleh Ibnu Abu Mulaikah. Hadits ini berstatus hasan dan menunjukkan doa yang sangat dianjurkan dibaca pada waktu berbuka puasa.
Sunnah Membaca Doa Berbuka Puasa
Menurut Ahmad Muhaisin B Syarbaini dalam 33 Pertanyaan Populer Seputar Puasa Ramadhan, doa berbuka boleh dibaca sebelum maupun sesudah berbuka.
Namun, mayoritas ulama menganjurkan doa dibaca setelah benar-benar berbuka, yakni setelah makan atau minum.
Hal ini karena lafaz doa berbuka menggunakan bentuk kata kerja lampau seperti ṣumtu dan afṭartu, yang menunjukkan perbuatan telah selesai.
Praktik ini juga sesuai dengan riwayat Mu'adz bin Zuhrah yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW berdoa setelah berbuka puasa.
Baca Juga: Hasil Grand Final 1 Dangdut Academy 7 Tadi Malam: Valen Pamekasan Ungguli Tasya Tangerang
Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam Fath Al-Mu'in serta Syekh Ad-Dimyathi dalam I'anah at-Thalibin menegaskan bahwa yang dimaksud setelah berbuka adalah setelah melakukan perbuatan berbuka, bukan sebelumnya.
Dengan demikian, saat berbuka puasa Rajab, cukup membaca basmalah dan doa makan sebelum menyantap hidangan.
Setelah itu, doa-doa berbuka puasa dapat dibaca dengan tenang sebagai bentuk syukur dan harapan akan pahala dari Allah SWT.
Keutamaan Puasa Rajab
Puasa di bulan Rajab memiliki kedudukan tersendiri dalam Islam. Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid dalam Buku Harian Orang Islam menjelaskan bahwa tidak terdapat larangan untuk melaksanakan puasa di bulan Rajab.
Baca Juga: Upah Minimum 2026 Berpotensi Naik Dua Digit Lewat Skema Upah Sektoral
Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan, sehingga amal ibadah yang dilakukan di dalamnya, termasuk puasa, bernilai kebaikan sebagaimana puasa sunnah di bulan lainnya.
Baca Juga: KPK Tangkap 10 Orang dalam OTT Bekasi, Termasuk Bupati Ade Kuswara
Penjelasan ini sejalan dengan riwayat dari Ibnu Abbas yang menggambarkan kebiasaan Rasulullah SAW ketika memasuki bulan Rajab. Ibnu Abbas berkata:
"Nabi berpuasa (di bulan Rajab) sampai kami berkata, 'Tampaknya beliau akan berpuasa (di bulan Rajab) seluruhnya.'
Lalu, beliau tidak berpuasa sampai kami berkata, 'Tampaknya beliau tidak akan berpuasa (di bulan Rajab) seluruhnya.'"
Riwayat tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah melarang puasa Rajab, namun juga tidak menetapkannya sebagai puasa sebulan penuh.
Dari sini dapat dipahami bahwa puasa Rajab bersifat fleksibel dan dapat dilakukan sesuai kemampuan, baik puasa Senin Kamis, Ayyamul Bidh, maupun puasa Dawud.
Baca Juga: Badai Terjang Brasil Selatan, Patung Liberty 24 Meter Roboh
Selain itu, terdapat riwayat lain yang menyebutkan keutamaan khusus puasa di awal bulan Rajab. Dalam riwayat yang dinisbatkan kepada Ibnu Abbas disebutkan:
"Puasa di awal bulan Rajab dapat menghapus dosa (kafarat) selama 3 tahun, di hari kedua menjadi kafarat selama 2 tahun, di hari ketiga menjadi kafarat selama 1 tahun, kemudian di setiap hari sesudah itu menjadi kafarat selama 1 bulan." (HR Abu Muhammad al-Khalali)
Demikian penjelasan mengenai bacaan doa berbuka puasa Rajab beserta sunnah waktu membacanya. Semoga bermanfaat dan dapat diamalkan.
Baca Juga: Panduan Lengkap Cek PIP 2025, Syarat Penerima dan Cara Pencairan Dana
Editor : Ubaidillah