News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Planetarium Jakarta Bertransformasi Jadi Pusat Edukasi Sains Imersif, Dilengkapi AI

Ubaidillah • Kamis, 25 Desember 2025 | 17:58 WIB
Ilustrasi – Petugas menyiapkan teropong Sky Watcher Equatorial dalam kegiatan peneropongan langit malam di Planetarium Jakarta, Taman Ismail Marzuki. ANTARA FOTO/Bagus Ahmad Rizaldi.
Ilustrasi – Petugas menyiapkan teropong Sky Watcher Equatorial dalam kegiatan peneropongan langit malam di Planetarium Jakarta, Taman Ismail Marzuki. ANTARA FOTO/Bagus Ahmad Rizaldi.

Radarbangkalan.id - Planetarium Jakarta kini diarahkan untuk bertransformasi menjadi pusat edukasi sains dan antariksa yang imersif serta interaktif.

Upaya ini dilakukan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih modern bagi masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) Iwan Takwin menjelaskan, pembaruan Planetarium mencakup sistem visualisasi astronomi digital berbasis data sains terkini.

Baca Juga: Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Natal 2025 dan Seruan Persatuan Bangsa

Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati simulasi tata surya serta berbagai konten edukatif yang dirancang untuk pelajar, mahasiswa, komunitas sains, hingga masyarakat umum.

“Bukan hanya edukasi tetapi pengalaman. Ada AI bisa interaksi, kemudian kontennya pun itu bukan hanya semata-mata langsung ke antariksanya, tetapi ada proses yang bisa teman-teman atau pelajar nanti bisa lihat di sana pengalaman-pengalaman lain, yang memang secara semesta itu bisa kita lihat.

Jadi dukasinya itu lebih luas lagi cakupannya,” ujar Iwan saat dijumpai di Planetarium, Jakarta Pusat, Selasa.

Baca Juga: Viral Roti O Tolak Uang Tunai, Penolakan Rupiah Terancam Denda Rp200 Juta

Dilengkapi AI Virtual Host

Sebagai inovasi unggulan, Planetarium Jakarta juga akan dilengkapi dengan AI Virtual Host. Teknologi ini merupakan pemandu digital berbasis kecerdasan buatan yang mampu menyajikan informasi astronomi sekaligus sejarah Planetarium secara interaktif kepada pengunjung.

Kehadiran teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat untuk belajar sains antariksa melalui pendekatan yang lebih menarik dan mudah dipahami.

Optimisme Pramono Anung Hidupkan Kawasan TIM

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo optimistis, aktivasi kembali Planetarium akan membuat kawasan Taman Ismail Marzuki semakin hidup.

Baca Juga: Justin Hubner Lamar Jennifer Coppen, Pemain Timnas Indonesia Siap Bangun Masa Depan

Menurutnya, Planetarium dapat menjadi ruang publik yang mendorong kreativitas, pembelajaran, serta kolaborasi lintas sektor.

Selain itu, keberadaan Planetarium juga dinilai mampu memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global berbasis budaya dan pengetahuan.

Tiket Gratis Planetarium untuk Pelajar

Untuk menarik minat pelajar berkunjung ke Taman Ismail Marzuki, Pramono memutuskan memberikan tiket gratis ke Planetarium Jakarta bagi pelajar selama tiga bulan.

Baca Juga: KPK Dalami Aliran Dana Iklan Bank BJB, Nama Aura Kasih Ikut Disorot

“Planetarium Jakarta ini dihadirkan sebagai sarana edukasi interaktif yang dapat dimanfaatkan oleh pelajar, mahasiswa, dan masyarakat luas.

Tolong segera disampaikan, terutama kepada murid-murid sekolah yang ada di Jakarta, selama tiga bulan saya akan memberikan gratis,” kata Pramono.

Sempat Terkendala Teknis Sejak Revitalisasi 2021

Sebelumnya, Pramono melakukan kunjungan ke Planetarium & Observatorium Jakarta pada 20 Mei 2025.

Baca Juga: 5 Kode Kedekatan Aura Kasih dengan Ridwan Kamil, Buket Bunga Inisial R Ungkap Hubungan?

Dalam kunjungan tersebut, ia menyoroti Planetarium yang belum beroperasi sejak direvitalisasi pada 2021 akibat sejumlah kendala teknis.

Ia menjelaskan, revitalisasi Planetarium terhambat karena adanya masalah pada digital velvet atau panel melingkar yang berfungsi menampilkan gambaran langit malam.

"Jadi planetarium ini pernah direvitalisasi pada tahun 2021 dan sejak direvitalisasi sampai hari ini belum pernah difungsikan. Karena memang ada persoalan di Starball-nya, akan bisa kita fungsikan kembali," ujar Pramono.

Selain kendala teknis, Pramono juga menyebut adanya persoalan hukum yang sempat menghambat revitalisasi hingga berlanjut ke Mahkamah Agung. Meski demikian, ia menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan seluruh permasalahan tersebut.

Baca Juga: Duel Persepam Pamekasan vs Perseba Bangkalan Diwarnai Adu Jotos

"Saya tadi sudah meminta kepada Dinas Kebudayaan dan nanti Dinas Pendidikan untuk dilengkapi, kita ingin selesaikan supaya tempat ini bisa difungsikan," kata Pramono.

Editor : Ubaidillah
#pramono anung #planetarium #pemprov dki